Hits: 73

Sinta Siregar / Samuel Sinurat

Pijar, Medan. Mungkin sebagian masyarakat dunia terkhusus di Indonesia tidak mengetahui 14 November adalah peringatan Hari Diabetes Sedunia. Masyarakat menganggap peringatan Hari Diabetes Sedunia adalah hari yang tidak penting.

Tahun ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui World Health Organization (WHO) memperingati Hari Diabetes Sedunia ini dengan tema “Access to Diabetes Care”. Sebelum itu, kenali penyakit diabetes dulu, yuk!

Sekarang ini, banyak dari masyarakat di seluruh belahan bumi menggangap remeh penyakit diabetes. Padahal, penyakit ini adalah penyumbang angka kematian tinggi di dunia. Diabetes adalah penyakit yang berada pada daftar teratas penyakit risiko kematian tinggi setelah serangan jantung dan kanker.

Merujuk ke definisinya, diabetes ialah penyakit kronis yang berlangsung panjang dengan ditandai meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Ada tiga jenis utama diabetes, yaitu tipe satu, dua, dan tiga.

Tipe satu merupakan kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar gula atau glukosa dalam darah. Diabetes tipe satu itu terjadi saat tubuh kurang atau sama sekali tidak menciptakan insulin. Akibatnya, penderita diabetes tipe satu memerlukan tambahan insulin dari luar.

Normalnya, kadar gula darah dikontrol dan diubah menjadi energi oleh hormon insulin pada pankreas tubuh. Namun, pada penderita diabetes, tubuh tidak dapat mengelola kadar glukosa menjadi energi. Kondisi itu terjadi lantaran tidak ada insulin yang membawa glukosa masuk ke dalam sel. Akibatnya, glukosa akan menumpuk dalam darah yang memicu penyakit diabetes.

Sementara, tipe dua merupakan kondisi di mana kadar gula darah melebihi nilai normal. Tingginya kadar gula darah dikarenakan tubuh tidak memakai hormon insulin dengan normal. Diabetes tipe dua terjadi ketika sel tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik.

Diabetes tipe ketiga ini ialah diabetes gestasional. Tipe ini mengalami hiperglikemia yang menyerang ibu hamil. Penyebab belum diketahui secara pasti. Namun, diduga genetik menjadi salah satu faktor pemicunya. Risiko mengalami penyakit ini juga meningkat ketika berusia 45 tahun atau lebih.

(Redaktur Tulisan: Rassya Priyandira)

Leave a comment