Hits: 87
Naomi Adisty
Pijar, Medan. Perpustakaan Universitas Sumatera Utara menjadi tempat yang digunakan mahasiswa USU untuk peminjaman buku. Sebelum merebaknya Covid-19, kegiatan penggunaan perpustakaan berupa peminjaman buku dilakukan secara langsung. Namun, kegiatan itu hingga saat ini telah beralih dengan sistem online.
Salah satu mahasiswa FISIP USU, Timotius Dwiki Meglona Hutabarat, ungkap tanggapannya terkait sistem peminjaman buku di perpustakaan USU saat ini. Timotius mengungkapkan, peminjaman buku secara offline dan online jelas memiliki perbedaan, salah satunya pada proses dan ketersediaan buku.
“Perbedaan peminjaman buku secara offline dengan online terletak di proses dan ketersediaan buku. Peminjaman secara online dilakukan dengan mengunjungi situs web USULIB, kemudian mengisi formulir dan mencari ketersediaan buku lalu menunggu konfirmasi untuk mengambil bukunya secara langsung. Sedangkan peminjaman buku secara offline hanya menunjukkan KTM, lalu sudah bebas memilih buku di rak perpustakaan,” ungkap Timotius.
Hal lain yang dirasakannya adalah mengenai sistem peminjaman buku secara online yang dinilai lebih menghemat waktu ketika mencari buku. Sebab, buku yang diperlukan sudah dicari pihak perpustakaan dan dirinya hanya datang ke perpustakaan untuk mengambil bukunya saja.
Sementara itu, mahasiswa Fakultas Hukum, Septian Aresto Sijabat selama melakukan peminjaman buku secara offline maupun online kerap menemukan kendala di dalamnya. Adapun kendala yang dialaminya adalah dalam hal ketersediaan dan kepastian buku.
“Peminjaman buku secara offline ketika buku yang tertera pada USULIB menyatakan ‘tersedia’, tetapi ketika di perpustalaan ternyata tidak ditemukan pada rak bukunya. Sedangkan peminjaman secara online kurang sesuainya buku yang dicetak dari tahun yang terbaru. Hal tersebut dikarenakan peminjaman buku secara online hanya diminta judul bukunya beserta identitas buku tersebut,” papar Septian kepada Pijar.
Terlepas dari peminjaman buku secara offline maupun online, dari segi proses peminjaman dan penghematan waktu, terselip harapan agar buku yang tersedia di perpustakaan USU semakin diperbarui.
“Semoga saja buku yang tersedia semakin diperbarui, minimal cetakan bukunya mengikuti perkembangan yang bisa dimulai dari tahun 2010 ke atas agar semakin relevan,” pinta Septian penuh harap.
(Redaktur Tulisan: Rassya Priyandira)

