Asti Febriana

Pijar, Medan. Di era yang modern ini, kegiatan fotografi dan videografi tampaknya sudah tak asing lagi di sekeliling kita. Pesatnya teknologi, dapat memudahkan kita dalam menonton dan membuat sebuah video. Teknologi yang kian canggih ini pun dimanfaatkan oleh Tito Ahmad Alfarizi yang kerap disapa Ito dalam menyelami dunia fotografi dan videografi.

Ito merupakan seorang videografer, fotografer, dan filmmaker yang sudah berhasil menghasilkan karya-karya hebat di bidangnya. Pria 20 tahun asal Jawa Timur ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Surabaya dengan jurusan Desain Komunikasi Visual. Sama halnya dengan mahasiswa pada umumnya, Ito juga wajib mengikuti kegiatan perkuliahan walaupun memiliki kesibukan dalam membuat sebuah konten.

Dengan hobinya yang suka travelling kini Ito sudah menjelajahi beberapa hutan, pegunungan,  pantai, dan beberapa tempat di Indonesia  yang ia jadikan dalam sebuah videografi. Kini Ito juga memiliki penghasilan dalam jumlah besar dengan kemampuan yang ia miliki. Tak hanya sampai disitu, Ito juga memenangkan perlombaan videografi yang diadakan oleh Sony Alpha Indonesia. “Jujur sampai saat ini saya saja tidak menyangka video saya di Pasar Krian tersebut benar-benar menang dan berhasil mengalahkan video orang-orang yang lebih professional dari pada saya,” ujarnya.

Jika pada umumnya seseorang melakukan self healing akan lebih memilih tempat seperti mall, kafe, atau tempat kekinian yang sedang trend untuk melepas penat. Berbeda dengan Ito, ia memiliki caranya sendiri untuk melakukan self healing dalam merilekskan dirinya.

“Ya, saya memang suka menjelajahi Indonesia. Kegiatan ini memang membutuhkan tenaga, pikiran, waktu, dan uang yang ekstra. Pada dasarnya kita manusia pasti akan capek dengan kegiatan itu, belum lagi kendala-kendala yang dihadapi di hutan kan banyak. Tetapi dibalik capek itu, coba kita berpikir dan lihat ke masa depan akan banyak pengalaman, teman, pelajaran hidup, dan kisah  yang bisa diceritakan kepada anak-cucu di generasi mendatang”.

Dalam perjalanan Ito menjelajahi Indonesia ia mengatakan “ Tujuan utama saya cuman satu, saya ingin meng-explore tempat-tempat yang jarang di branding atau jarang diketahui oleh orang-orang dan content creator lainnya. Karena ketika karya saya terkenal, maka akan banyak wisatawan yang berdatangan ke tempat tersebut. Hadirnya wisatawan tersebut, membuat warga setempat dapat membangun usaha seperti warung minuman dan makanan, tempat hunian, dan usaha-usaha lainnya yang bisa dibangun dan dijalankan di tempat tersebut. Dengan artian, setidaknya saya bisa menciptakan peluang usaha walaupun cuman sekadarnya saja, tetapi itu mampu membuat warga desa tersenyum,” Sambung Ito dengan tegas.

Bukan hanya di Indonesia, Ito berhasil mencapai mimpinya dengan pergi ke Dubai dan juga Turki. Banyak content creator lainnya yang ingin menjadi bagian dari tim Ito. Namun, siapa sangka ternyata di umurnya yang masih 20 tahun ia sudah menciptakan karya-karya fotografi dan videografi dengan tangannya sendiri tanpa bantuan tim.

Kini Ito melebarkan sayapnya dengan merangkul orang yang memilik passion yang sama, dengan cara membuat Whatsapp group Se-Indonesia. Menurutnya, banyak sekali anak muda di luar sana yang punya bakat tetapi masih bingung cara untuk menyalurkann. Di dalam Whatsapp group tersebut, mereka bisa saling sharing dan berkolaborasi dengan tim yang ada. “Dalam grup ini mereka tidak dipungut biaya apapun jadi cukup belajar di dalamnya dan mengembangkan ide serta bakat mereka dengan kemampuan yang di miliki,” Ujarnya.

Dari banyaknya prestasi dan keuntungan yang ia dapatkan di bidang fotografi dan videografi, Ito berpendapat tak akan berhasil sampai ke titik ini kecuali karena kehendak Tuhan. Hanya ada satu kalimat yang ia pegang teguh dan menjadikan kalimat tersebut sebagai moto hidupnya, “Kalimat syahadat bagi saya kalimat yang sangat luar biasa pengaruhnya untuk hidup dan akan selalu saya jadikan pegangan serta pedoman hidup” Tutup Ito.

(Redaktur Tulisan: Lolita Wardah)

Leave a comment