Agnes Priscilla

Pijar, Medan. Refreshing tak melulu dengan kegiatan seperti bertamasya, tetapi juga bisa duduk santai sembari menikmati secangkir kopi di sebuah kafe kecil di tengah  kota Medan, Moscot.co.

Berdiri sejak tahun 2019, kafe ini terletak di jalan R.A. Kartini no.36, menyatu dengan halaman Medan Club Bar. Tema monokrom dan sentuhan cokelat pada ornamen kayu membuat pengunjung jadi betah. Konsep outdoor juga tak usah diragukan lagi. Rumput dan pohon besar yang rindang membuat suasana ngopi makin tenang dan asri. “Menurutku tempatnya tenang sih, karena ada lapangan hijau dan halamannya luas,” ucap Nathan, salah satu pengunjung.

Lokasi Moscot.co yang strategis membuat flow pengunjung di kafe ini sangat ramai, apalagi pada jam makan siang dan waktu pulang kerja. Selain itu, tak sedikit pengunjung yang menjadikan kafe ini sebagai tempat berkumpulnya komunitas. Beberapa di antaranya adalah komunitas pesepeda, komunitas lari, dan perkumpulan pencinta motor gede. Tidak heran jika kafe ini buka dari jam 08.00 WIB untuk melayani para pesepeda pagi hari.

Tak hanya menjual suasana, Moscot.co juga menawarkan menu makanan enak nan menggugah selera. Sobat Pijar bisa makan berat atau sekadar ngemil juga lho di sini. Moscot.co menyuguhkan menu western food, mulai dari Oglio, Teriyaki Rice Bowl, dan Mini Pizza. Tenang saja, buat kamu si pencinta  makanan Indonesia, ada juga menu yang tersedia untuk kamu, kok. Semuanya itu bisa Sobat Pijar dapatkan dengan harga yang cukup standar yaitu Rp38.000 hingga Rp60.000.

Kehadiran pengunjung akan disambut oleh racikan kopi sang barista yang membuat kita merasakan aroma wangi lembut kopi mengelus hidung. Berbicara soal kopi, menu andalan yang ditawarkan adalah Bronzy Cane, paling nikmat diminum dengan tambahan es batu.

Suasana ngopi indoor di Moscot.co (Sumber foto : Dokumentasi Moscot.co)

Moscot.co memercayai biji kopi Mandailing sebagai bahan utamanya. Itulah mengapa kafe ini dinamakan Moscot.co, yang merupakan singkatan dari Mandailing Origins Coffee and Roastry. Sang pemilik, Deny Bahroeny, mengungkapkan alasan dipilihnya kopi Mandailing. “Yang pertama karena kebunnya di sana, ya. Kedua karena kita lihat Mandailing punya hasil perkebunan yang bagus tapi bertolak belakang dengan tingkat kesejahteraan petani yang terbilang cukup ironis, jadi kita juga mau memajukan kehidupan masyarakatnya juga,” jelas Deny.

Dalam usahanya memajukan sektor perkebunan kopi di Mandailing, Deny bersama tim bahkan membuat film dokumenter mengenai perkebunan kopi di sana. Tujuannya agar masyarakat dan pemerintah bisa memberikan perhatian kepada nasib petani di Mandailing.

Sebenarnya Moscot.co bukan sekadar tempat nongkrong. Kafe aesthetic di Medan ini juga merangkap jadi Production House. Buat Sobat Pijar yang sedang butuh tenaga dalam hal marketing, rebranding, packaging dan editing bisa mencoba kolaborasi bersama Production House milik Moscot.co.

Nah, bagi Sobat Pijar yang sedang ingin menyeruput segelas kopi, dengan fasilitas lengkap seperti wifi, musala, dan toilet, tidak ada salahnya untuk mampir ke Moscot.co dan menikmati suasanya yang tenang di sana.

(Redaktur Tulisan: Laura Nadapdap)

Leave a comment