Nathasya Sianipar                  

Pijar, Medan. Terdapat kebiasaan membawa bekal yang telah membudaya di Jepang yang disebut bento. Kata bento sering dikatakan berasal dari seorang komandan militer abad keenam belas bernama Oda Nobunaga (1534-82), yang memberi makan sejumlah besar orang di istananya dengan membagikan makanan kepada setiap orang.

Karakteristik bento adalah seporsi makanan lengkap yang disusun dengan rapi, cantik, dan beragam variasi baik bentuk, warna, ataupun temanya. Bento biasanya berisi onigiri atau nasi, serta daging, telur, sayuran, ikan, dan berbagai makanan tradisional lainnya. Kotak bekalnya sendiri disebut o-bento yang bukan hanya membingkai isinya dengan budaya dan tradisi, tetapi juga memberikan kesempatan pada juru masak untuk berkreasi dan berkarya, serta tidak melupakan kandungan nutrisi dari bento itu sendiri. Tradisi ini bukan sekadar hanya untuk membawa makanan, namun bento juga menggambarkan sebuah karya seni, tampilan yang membangkitkan selera, dan wujud kepedulian dan perhatian.

Tradisi bento pada awalnya berasal dari kebiasaan orang yang bekerja di luar ruangan – baik di ladang, di pegunungan, di kapal nelayan, atau di kota – yang membawa bekal makan siang mereka karena mereka tidak punya waktu untuk pulang untuk makan.

Tidak hanya nilai seni dan budaya, bento juga mengandung nilai sejarah dan asal-usulnya sendiri. Dilansir dari web-japan.org, kotak bekal makanan Jepang ini tercatat pertama kali bada abad kelima, ketika orang pergi berburu, bertani, atau berperang membawa makanan untuk dimakan saat bekerja.

Selama periode Edo (1603-1868), orang mulai menganggap bento sebagai pendamping penting untuk tamasya luar ruangan atau teater. Jenis bento makunouchi adalah yang muncul pertama kali pada era ini, yang biasanya berisi bola nasi kecil yang ditaburi wijen dan beragam lauk. Makunouchi mengacu pada interval antara aksi sebuah drama, dan bento dikatakan mendapatkan namanya dari fakta bahwa penonton memakannya selama istirahat.

Ada beberapa macam jenis bento yang diketahui seperti “Kyaraben bento”. Bento jenis ini adalah yang paling populer dan biasanya dibuat untuk anak-anak sehingga bentuknya biasanya mengikuti karakter kartun, lucu, warna-warni dan menggemaskan.

Kamameshi bento, jenis ini sudah ada sejak tahun 1900-an dan disajikan dalam periuk klasik Jepang yang diisi dengan seafood, daging dan nasi. Selanjutnya ada jenis Koraku bento, jenis ini biasanya sering dibuat untuk menemani kita saat bertamasya, tidak seperti bento lainnya yang hanya untuk porsi satu orang, jenis Koraku bento ini dibuat dalam porsi besar agar dapat dinikmati bersama-sama.

Shoukadou bento, disajikan dalam sebuah kotak dengan 4 ruang yang terpisah oleh sekat sehingga makanan tidak akan tercampur satu dan lainnya. Selanjutnya ada jenis“Hinomaru bento”. Hinomaru sendiri berarti matahari, yang membedakan bento ini adalah bulatan merah yang terbuat dari umeboshi yang berada di tengah nasinya, bento ini dulunya adalah bekal yang biasa disajikan kepada para tentara Jepang pada perang dunia I dan II. Tentu saja masih ada banyak jenis lainnya selain ini.

Mengingat bento sudah melewati sejarah panjang, hingga saat ini bento juga sudah mengalami beberapa perubahan baik jenis kotak yang digunakan dan variasi makanan yang kini lebih modern. Hingga kini keberadaan bento masih eksis terutama dikalangan pelajar jepang yang membawa bento sebagai bekal ke sekolah.. Bento dapat kita temui di restoran cepat saji dengan tema bento atau tempat makan bertema Jepang lainnya. Nah, apakah kamu tertarik membuat bento untuk bekal makan siangmu?

(Editor: Diva Vania)

Leave a comment