Hits: 380

Naomi Adisty

Pijar, Medan. Kabar pengadaan jaket almamater USU angkatan 2020 yang sempat berembus akan hadir di bulan Juli, pada kenyataannya sampai September kini belum juga dapat terealisasikan. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar khususnya bagi angkatan 2020 yang merasa bingung. Melihat ketidakpastian tersebut, pihak Pers Mahasiswa Pijar USU mencari tahu lebih lanjut mengapa hingga sekarang pengadaan jaket almamater tersebut belum terealisasi.

“Ya, saya pribadi dan teman-teman angkatan 2020 merasa heran karena bila dilihat universitas yang lain sudah lama mendapatan jaket almamater, sementara kami di sini sudah memasuki semester 3 dan hak kami sebagai mahasiswa belum terpenuhi dalam hal jaket almamater. Apalagi USU menjadi salah satu universitas terbaik ya, harusnya tidak lamban seperti ini,” ujar Muhammad Afif Ramadhan salah satu mahasiswa USU.

Bentuk protes dari mahasiswa perihal ke-tidak pastian jaket almameter Universitas Sumatera Utara. (Fotografer : Asti Febriana)

Melalui penelusuran, Wakil Dekan I Husni Thamrin, Dekan FISIP Hendra Harahap mengungkapkan belum mendapat info lebih lanjut terkait hal tersebut dan mengarahkan untuk menanyakan kepada Wakil Rektor I bidang akademik. Hal serupa juga disampaikan Wakil Rektor II Arifin Nasution. “Kami belum ada mendapatkan informasi lebih lanjut karena pengadaan itu yang mengurus dari biro bidang kemahasiswaan lalu bila sudah pasti akan disampaikan ke fakultas,” ujarnya.

Pengadaan jaket almamater yang tertunda tersebut dikarenakan adanya kendala mekanisme lelang yang kurang baik. “Proses lelang tertunda karena beberapa kali calon vendor tidak lolos kualifikasi. Namun, untuk angkatan 2020 insya Allah secepatnya juga bisa kita selesaikan begitu juga nantinya untuk angkatan 2021,” jelas Edy Ikhsan selaku WR I.

Luhut Sihombing selaku WR V melalui pihak PEMA USU menyatakan bahwa pengadaan jaket almamater tersebut berpusat pada UKPBJ (Unit Kegiatan Pengadaan Barang Jasa USU) yang mekanismenya terkendala dikarenakan pihak penyedia tidak memenuhi syarat. Anas Alfarizi selaku Wakil Pemerintahan Mahasiswa USU mengungkapkan turut menyayangkan hal seperti ini dan berharap sistem pengelolaan dan pengadaan dapat diubah lebih baik lagi.

Namun, ada angin segar yang datang dari WR V lewat perbincangan santai pihak PEMA yang kemudian disampaikan ke Pers Mahasiswa Pijar. Bahwa nantinya akan ada skema terbaru yang masih direncanakan dan dibahas perihal pengadaan jaket almamater, di mana proses pelelangan akan diselenggarakan jauh hari sebelum penerimaan mahasiswa baru bukan setelahnya seperti sekarang. Kemudian ukuran jaket almamater dibuat all size yaitu ukuran baju yang bisa digunakan untuk seluruh porsi ukuran tubuh, lalu selanjutnya dilimpahkan ke koperasi universitas. Dengan begitu, mahasiswa diharapkan akan lebih mudah mendapatkan jaket almamater karena sudah selalu tersedia.

Harapan mengenai sistem pengadaan jaket almamater ini juga disampaikan WR I USU. “Semoga proses seperti ini tidak akan terjadi lagi di tahun depan dan insya Allah di masa kepemimpinan Pak Dr. Muryanto Amin serta kita akan memperbaiki mekanisme lelang yang selama ini kurang baik, mohon doanya ya,” pinta Edy Ikhsan.

(Redaktur Tulisan: Tasya Azzahra)

Leave a comment