¡UNO! : Aroma Nostalgia nan Romantis dari Green Day

Hits: 64

¡UNO!, album pertama dari trilogi album terbaru Green Day

 

Pijar, Medan. Usia yang mulai uzur tidak menjadi halangan terus berkarya. Mungkin itu prinsip yang terus dipegang oleh band asal California yang satu ini, Green Day. Ya, setelah tiga tahun absen, akhirnya band pengusung genre punk rock ini mengeluarkan album terbarunya. Tidak tanggung-tanggung, mereka berencana mengeluarkan album trilogi yang akan dirilis secara berkala. ¡UNO! menjadi album perdana yang diluncurkan, yaitu tanggal 25 September 2012 silam. Sedangkan album lainnya akan menyusul kemudian, seperti  ¡DOS! yang rencananya akan dirilis bulan November 2012 dan terakhir ¡TRÉ! pada Januari 2013.

Kali ini saya akan memberikan sedikit review mengenai album perdana yang baru saja diluncurkan, ¡UNO!. Ekspektasi begitu besar dari para Idiot Club (sebutan bagi penggemar Green Day) menghantui album ini. Bagaimana tidak, album-album sebelumnya seperti American Idiot dan 21st Century Breakdown meraih begitu banyak apresiasi positif. Dapatkah album ini mengikuti jejak dua album sebelumnya ?

Oke, mari kita mulai review-nya. Menurut saya, album ¡UNO!  ini mengingatkan kita pada masa-masa awal Green Day dan konsep yang hampir mirip dengan album 21st Century Breakdown. Misalnya pada lagu Stay The Night dan Carpe Diem yang seakan membawa kita flash back ke album Nimrod dengan sedikit aura dari 21st Century Breakdown.

Selanjutnya, Green Day melengkapi album ini dengan track yang nge-beat, Nuclear Family dan Let Yourself Go. Menurut saya dua lagu ini merupakan yang terbaik dalam album ¡UNO!. Lirik yang sedikit ‘kasar’ penuh amarah tipikal Billie Joe dalam Let Yourself Go dan beatbeat ala punk rock dalam Nuclear Family begitu menarik dan bersemangat.

Tidak banyak eksperimen yang dilakukan Green Day pada album ¡UNO! ini. Namun ada satu track yang menurut saya unik, yaitu Kill The DJ. Jarang sekali lagu Green Day semacam ini. Lagu yang membuat kita tidak sabar untuk menggoyangkan badan untuk berdansa dalam pesta yang penuh darah dan air mata. Mungkin terdengar cukup aneh bagi penggemar berat Green Day, namun secara keseluruhan lagu ini cukup menghibur.

Beberapa lagu cinta juga diselipkan untuk memberi ‘nyawa’ pada album ini. Fell for You, Angel Blue, Sweet 16 dan Oh Love menjadi bukti sahih hal tersebut. Khusus untuk Oh Love, single yang satu ini paling banyak menarik perhatian pecinta musik dunia. Lirik yang mendalam tentang cinta, musik easy listening serta video clip yang kontroversial menjadi alasan yang utama. Mengingatkan kita pada single 21 Guns di album 21st Century Breakdown.

Bagi penggemar Green Day yang mengikuti perjalanan band ini dari awal mungkin album ini tidak memenuhi ekspektasi mereka. Tema yang kurang fokus tidak mampu menjelaskan pesan-pesan yang ingin disampaikan dalam album ini. Sangat jauh jika dibandingkan dengan album American Idiot yang kuat dan perkasa dari segi lirik dan musik. Namun, bagi penggemar yang baru mengikuti dari beberapa album terakhir saja, album ini cukup menarik. Musik yang sederhana dan lirik cinta yang menggairahkan menjadi senjata di album ¡UNO!.

Kesimpulannya, album ini mungkin bukanlah salah satu album terbaik Green Day, namun masih layak untuk mendapat apresiasi. Berdasarkan materi album ini, penggemar Green Day patut menunggu gebrakan di album berikutnya, ¡DOS! dan ¡TRÉ!. Sementara menunggu album yang lain keluar, masukkan lagu-lagu terbaik album ¡UNO! ke playlist Anda, putar sekeras-kerasnya dan menarilah seakan tiada lagi hari esok. [handian]

Leave a comment