Nurul Sukma Asghar

Sebuah kisah
Dari dua insan terpisah
Bersama pilu yang semakin merekah

Dahulu fajar kerap diselimuti harumnya
Bertegur sapa, bercengkrama
Dan berdansa di hadapan alam yang ikut tertawa

Semilir kini membawa pagi
Membangun paksa hati
Tidak ada harum itu lagi
Hanya embun pagi

Langit pagi telah menghampa
Hanya ada burung gereja

Yang bersiul pekik
Di pagi yang pelik
Pedih masih menitik

Derai air mata
Tangis membuncah
Perih menyiksa jiwaku yang luluh lantak

Wahai jiwa yang telah tiada,
Apakah matinya raga
Dapat menyatukan kembali cinta

Leave a comment