Dheandra Hanani Nalsalitha br Meliala

Pijar, Medan. Anda tentunya sudah tidak asing lagi mendengar kata kafe dan restoran bukan? Tapi bagaimana dengan kata bistro? Dalam Bahasa Prancis, bistro diartikan restoran kecil. Yang membedakan bistro dengan kafe dan restoran terletak pada menunya. Jika restoran menyajikan banyak sekali menu makanan, dan kafe dominan dengan menu minuman dan dessertnya maka bistro berada di antara keduanya. Menu makanannya tidak sebanyak restoran dan minumannya tidak sebanyak kafe.

Membahas tentang bistro, di Kabanjahe terdapat sebuah bistro yang diberi nama Kiniulin. Bistro ini dapat kita temui di Jalan Sudirman 34 Kabanjahe. Bistro Kiniulin dibuka mulai dari hari Senin-Jumat pukul 11.30 Wib dan Sabtu-Minggu pukul 11.00-21.00 Wib. Bukan hanya sekadar nama, Kiniulin nyatanya memiliki makna. Dalam bahasa Karo, Kiniulin dapat diartikan sebagai kebaikan.

Bistro yang didirikan tanggal 9 Juni 2018 ini, didesain sendiri oleh para owner-nya. Dimana owner dari bistro yang unik ini merupakan tiga perempuan hebat asli masyarakat Karo.

Natalia Sebayang merupakan salah satu owner Kiniulin yang menjembatani hubungan antara pelanggan dengan staf. Dengan kata lain, Natalia menjadi humas bistro Kiniulin. Dua owner lainnya yaitu Yosefin Tarigan dan Ema Tarigan, dimana salah satunya menjadi koki bistro ini dan pernah belajar di Melbourne.

Sesuai dengan namanya yang berarti kebaikan, para owner Kiniulin mengakui nama bistro ini digaungkan untuk menyadarkan masyarakat akan begitu banyaknya kebaikan alam Tanah Karo yang belum dimaksimalkan penggunaannya.

Berbeda dengan bistro lainnya, menu pada bistro Kiniulin ini merupakan inovasi dari ownernya sendiri. Menu-menu yang disajikan dipadukan dengan bahasa daerah Karo. Contohnya saja, Nurung Panggang Kiniulin. Nurung dalam bahasa Indonesianya berarti ikan. Keunikan inilah yang menarik perhatian publik untuk berkunjung kesana. Dan karena hal itu juga bistro ini mengangkat tagline “Karonese Fusion Authentic Menu”.

“Awalnya kami hanya menyajikan enam menu aja ya, tapi karena tuntutan pelanggan yang minta menu baru, jadi kami mulai mutar otak nih, menu apalagi ya, gitu” tutur Natalia kala disinggung perihal menu yang beragam dan unik.

Omellete wrap khas “Kinulin”, dengan kesegaran sayur mayur asli alam Tanah Karo.
Fotografer : Dheandra Hananio

 

Semua bahan makanan yang digunakan di bistro ini merupakan kekayaan alam Tanah Karo. Sayur-mayur, rempah-rempah, buah-buahan bahkan biji kopi yang digunakan juga asli dari Tanah Karo. Sehingga bahan makanan ini selalu fresh ketika ingin diolah, karena langsung dibeli dari petani Karo.

Melihat semakin menjamurnya tempat nongkrong di Kabanjahe dengan spot-spot yang semakin instagramable, Kiniulin tidak goyah sedikit pun. Bagi Natalia, tempat yang instagramable memang penting tapi di atas itu semua yang paling penting merupakan cita rasa dan kualitas dari menu yang disuguhkan.

“Kalau orang mau cari yang instagramable-nya, ntar dia datang terus foto-foto sekali udah, besok nya tidak datang lagi, kan sayang ya. Kita (Kiniulin) tetap buat spot yang instagramable tapi fokus kita tidak disitu, kita tetap fokus dikualitas dari menu kita. Jadi kalau orang datang terus puas sama menu kita, besok-besok juga bakalan datang lagi” jelas Natalia.

Mencari tempat nongkrong yang instagramable saat ini bukan hal yang sulit. Tapi untuk mendapatkan tempat nongkrong yang benar-benar menjaga kualitas dan cita rasa menunya, Kiniulin sepertinya tidak perlu diragukan lagi. Gimana sobat Pijar? Kalau mau berkunjung ke Kabanjahe, sudah tidak bingung lagi dong untuk milih tempat nongkrong?

(Editor: Lolita Wardah)

Leave a comment