Tasya Nandita

Pijar, Medan. Produk kosmetik dan kecantikan menjadi hal yang kian diminati dari berbagai kalangan wanita dan pria dengan rentan usia muda hingga tua. Kosmetik hadir untuk memanjakan kita agar penampilan terlihat lebih baik. Sebagai pengguna produk kosmetik, sudah seharusnya kita memberi perhatian khusus bagaimana cara produk-produk tersebut diolah termasuk penggunaan bahan baku hingga proses uji coba. Faktanya, tidak sedikit produk kosmetik yang masih menggunakan hewan sebagai subjek uji coba. Akibatnya, hewan-hewan yang menjadi kelinci percobaan itu mengalami dampak yang mengenaskan.

Ironi dari realita produk kosmetik itu disajikan melalui animasi film dokumenter Save Ralph. Film hasil garapan Humane Society International (HSI) bersama sejumlah sineas dan bintang film Hollywood ini menjadi ajang kampanye yang bertujuan untuk mengakhiri uji coba kosmetik pada hewan di seluruh dunia.

Save Ralph adalah karya orisinil dengan cerita miris yang menghadirkan kisah seekor kelinci percobaan sebagai representasi realitas yang mengerikan dari penderitaan banyak kelinci dan hewan lainnya yang saat ini berada di laboratorium seluruh dunia untuk mengikuti segala tes uji coba kosmetik.

Film ini dibuka melalui sesi wawancara seekor kelinci bernama Ralph yang selama hidupnya telah melalui berbagai penderitaan untuk sebuah produk kecantik. Ralph yang dengan mata buta dan telinga luka bercerita bagaimana kelinci lainnya tak semua mampu bertahan dengan segala tes uji coba yang dibuat manusia. Tapi tak sampai selesai ia mencurahkan kepedihannya sebagai kelinci percobaan, Ralph kembali dipaksa “bekerja” dengan mempertaruhkan organ tubuh, kulit, dan alat vitalnya untuk dijejali bahan kimia tanpa diberi pereda sakit, sehingga reaksi kepedihan dirasakan spontan saat tubuh Ralph menerima zat-zat beringas tersebut. Penderitaan Ralph saat ini masih akan terus berlanjut sampai ia cacat bahkan naas mati terbunuh di tangan manusia.

“Intinya, aku bukan kelinci luar angkasa. Aku adalah tester (objek uji coba), ayahku dulu tester, ibuku, saudara laki-lakiku, saudara perempuanku, anakku, semua tester dan mereka meninggal karena melakukan pekerjaannya. Seperti yang akan aku lakukan ini. Tidak apa-apa, kami dilahirkan untuk melakukan hal seperti ini,” ujar Ralph yang pasrah oleh masa depan yang akan berakhir sama tragisnya dengan keluarganya sembari menyeka air matanya.

Keseharian Ralph sebagai kelinci percobaan menjadi tamparan bagi produsen dan konsumen produk kosmetik kecantikan yang masih mendewakan tes uji coba dengan hewan. Ralph adalah makhluk hidup yang berhak atas haknya hidup di alam bebas sebagai binatang kelinci bukanlah sebagai tester. Imajinasi manusia atas produk kosmetik yang aman dan menarik telah membutakan mata dan pikiran untuk mengorbankan hewan-hewan ini. Hukum alam sesama makhluk hidup adalah melindungi bukanlah sebagai tumbal keserakahan semata.

Save Ralph menyadarkan kita bahwa masih banyak hewan yang mengalami penderitaan akibat uji coba kosmetik, dan sekarang saatnya kita bersatu untuk melakukan pelarangan secara global. Saat ini kita memiliki banyak metode yang dapat diandalkan dan jaminan keamanan produk yang bebas uji coba terhadap hewan. Sehingga, tidak ada alasan untuk membuat hewan seperti Ralph menderita dalam uji coba kosmetik atau bahan-bahan lainnya,” jelas Jeffrey Flocken, Presiden Humane Society International yang dikutip dari Cinivers.id.

Produksi film animasi dokumenter Save Ralph ini dibuat sedemikian terasa nyata oleh penulis dan sutradara Spencer Susser (Hesher, The Greatest Showman) dan produser Jeff Vespa (Voices of Parkland) yang bekerja sama dengan studio Arch Model. Meskipun Save Ralph adalah tontonan yang tidak nyaman, film berdurasi 3:53 menit tersebut berhasil menggunakan humor gelap dan animasi stop motion untuk menciptakan kisah yang kompleks dan pesan emosional yang kuat agar dapat berinteraksi dengan penonton.

Save Ralph juga diapresiasi oleh beberapa tokoh ternama Taika Waititi, Ricky Gervais, Zac Efron, Olivia Munn, Pom Klementieff, Tricia Helfer dan artis Hollywood yang kemudian juga menjadi pengisi suara dari beberapa versi Save Ralph.

Proyek animasi Save Ralph yang telah diluncurkan pada 24 Maret 2021 silam, menargetkan pada 16 Negara prioritas termasuk Brasil, Kanada, Meksiko, Chilli, Afrika Selatan dan 10 negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia serta mitra dari Humane Society International (HSI). Save Ralph diharapkan dapat menjadi gerakan yang dapat memicu advokasi global dan kesadaran publik akan riskannya praktik pengujian produk kosmetik pada hewan yang masih lazim dan legal di sebagian negara dunia. Karena, tak seharusnya ada binatang yang pantas menderita dan mati atas nama kecantikan.

(Editor: Widya Tri Utami)

Leave a comment