Pinar Agency

Menjadi mahasiswa bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika ingin menjadi mahasiswa berprestasi, pasti akan lebih menguras energi. Bahkan, menjadi mahasiswa berprestasi saja belum cukup untuk meyakinkan orang-orang kalau kita mampu. Maka dari itu, diperlukan energi yang lebih lagi untuk melihat potensi diri dan terus mengembangkannya. Salah satu caranya ialah dengan mengikuti kegiatan-kegiatan di luar zona nyaman, seperti lomba hingga mengikuti award dari luar kampus.

Dalam pemilihan award, banyak sekali ajang-ajang yang dibuat pemerintah untuk menjadikan putra-putri daerahnya memiliki ciri khas mereka sendiri. Muhammad Deni Kurniawan Pohan salah satunya. Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Sumatera Utara ini selain memiliki segudang prestasi dalam akademiknya. Ia juga meraih prestasi di luar kampus, hingga meraih gelar Jaka Intelegensia Kota Medan pada tahun 2019-sekarang.

Jadwalnya yang sibuk dengan kegiatan perkuliahan, laboratorium, sampai harus turun lapangan untuk ngelahan pada tiap semesternya, tidak menghentikan Deni untuk menjadi mahasiswa yang aktif dan berprestasi di kampus dan luar kampus.

Tidak hanya sekadar menjadi mahasiswa aktif yang memiliki banyak penghargaan, ia juga banyak mendapat beasiswa. Beasiswa tersebut antara lain: Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), Rumah Kepemimpinan, Bidikmisi Pengganti, dan Prestasi Kemenristekdikti. Namun, hal itu juga masih belum cukup untuknya. Ia pun terus berusaha mengukir prestasi nasional hingga ke mancanegara di bidang kepenulisan ilmiah serta inovasi dalam bidang studinya, yaitu pertanian. Kemudian pada tahun 2019, ia juga terpilih menjadi Jaka Intelegensia Kota Medan di ajang Jaka Dara 2019, sebuah kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan. Atas prestasinya sebagai Jaka Intelegensia Kota Medan, ia pun otomatis menjabat sebagai staf Dispar Kota Medan.

Deni dalam Kegiatan Profiling Wisata Kerjasama Antara Dinas Pariwisata Kota Medan dan Kemenparekraf. (Sumber Foto: Pinar Agency)

Menjalani hari sebagai mahasiswa dan salah satu staf Dispar Kota Medan, Deni pun memiliki prinsip, yaitu tetap harus memprioritaskan kegiatan dan tugas kuliah. “Pembagian kuliah dan kerja diseimbangkan. Jadi, kalau ada jadwal kuliah saya akan mendahulukan kuliah sembari mengerjakan tugas yang sudah diberikan oleh Dispar Kota Medan,” ucap Deni.

Dalam melaksanakan kewajibannya sebagai staf, Deni berusaha untuk selalu aktif. Kegiatannya meliputi membuat laporan, kegiatan penyambutan walikota, dan membuat konten pariwisata Kota Medan. Walaupun masih berkuliah, Deni tidak pernah mengeluh dan selalu bersikap positif. Karena menurut nya, “Yang namanya capek pasti ada. Kita sudah berkomitmen dari awal menjadi seorang Jaka Dara dan kuliah, kita sudah komitmen. Mau secapek apapun, mau seberat apapun, harus kita jalani dengan ikhlas dan penuh komitmen.”

Terlibat dalam lingkungan pemerintahan yang terstruktur dan kegiatannya berdampak besar bagi masyarakat, menjadi pengalaman berkesan bagi Deni. Ia pun turut melibatkan diri untuk memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat demi mendukung pariwisata Kota Medan.

Deni juga memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa, “Pertama marilah kita selalu meningkatkan mutu dan juga inovasi dan kreativitas kita. Karena sebagai seorang mahasiswa yang merupakan Agent of Change kita harus bisa berdampak kepada masyarakat di bidang apapun, baik saintek atau soshum yang pastinya harus kita berikan kebermanfaatan kepada masyarakat, juga kepada orang tua dan keluarga.”

Leave a comment