Mengenali Kemampuan Data untuk Bisnis yang Lebih Baik

Sumber Foto: Instagram @himsi.uinjkt

Yulia Kezia

Pijar, Medan. Dalam dunia bisnis, mempelajari data adalah pekerjaan yang harus dilakukan dalam mengambil langkah untuk menentukan kebijakan ke depannya, sehingga bisnis tersebut mampu menghasilkan prospek yang lebih baik lagi. Data merupakan faktor terpenting dalam suatu bisnis, baik saat memulai maupun di tengah berjalannya bisnis tersebut.

Dalam mengetahui seberapa penting sebuah data dalam bisnis, HIMSI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama DQLab menghadirkan Webinar Series-1 dengan topik “Business Strategy: How Important is Data in a Business.” Acara ini berlangsung pada Minggu (4/4) melalui Zoom meeting pukul 10.00-12.00 WIB, yang mengundang narasumber Suberlin Sinaga (Data Scientist Amartha dan Member DQLab) sebagai pemateri.

Data sendiri memiliki banyak peranan. Melalui data, kita dapat mengetahui seberapa besar konsumen atau pelanggan tertarik pada produk kita. Tidak hanya itu, dengan data kita dapat mengetahui peluang apa saja yang perlu dikembangkan, bagaimana kita menghasilkan sebuah inovasi dalam mengoptimalisasi serta melakukan promosi yang efektif dan tepat sasaran, bahkan dapat digunakan untuk menyusun rencana jangka panjang.

Pemaparan materi tren data dari Suberlin Sinaga selaku narasumber dalam webinar series “Business Strategy: How Important is Data in a Business” yang berlangsung pada Minggu (4/4).
(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

Secara umum, data merupakan atribut objek yang digunakan untuk mendeskripsikan objek tersebut. Suberlin juga menjelaskan bagaimana penggunaan tren data dalam bisnis dewasa ini. Salah satunya ialah, Social Media Ads Service yang dapat kita jumpai ketika berjualan di platform online. Biasanya, data yang digunakan berupa data hasil pencarian. Dari data tersebut kemudian akan membentuk rekomendasi produk kepada target pelanggan. Tak heran jika kita mencari sebuah produk akan mendapatkan iklan rekomendasi produk-produk yang sama.

Selain itu terdapat berbagai tren lain, seperti Retail/Marketplace, Data Consultant, Financial Technology, Rekrutmen, Fish Feeding, dan Movie Streaming. Akan tetapi, tidak semua objek dapat menjadi sebuah data. “Data tersebut harus terukur (measured). Dengan memiliki ukuran, kita dapat lebih mudah membandingkan data yang satu dengan yang lainnya,” jelas Suberlin.

Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam memproses data hingga menjadi sebuah keputusan. Tahapan tersebut, antara lain: Collecting Raw Data yang meliputi pengukuran, pengumpulan, dan penyimpanan. Cleaning Data yang berfungsi untuk memperhatikan outliners dan anomali pada data. Analyze / Visualize untuk menemukan informasi yang berguna pada data. Dan tahap yang terakhir adalah Decision, yaitu berupa hasil dari analisis dan visualisasi yang diyakini valid, sehingga menjadi sebuah keputusan untuk diimplementasikan.

“Visualisasi lebih sering dilakukan karena manusia lebih menyukai membaca dalam bentuk gambar atau grafik dibandingkan dalam bentuk tabel yang terdiri dari row dan colomn,” ungkap Suberlin.

Suberlin juga menambahkan tips-tips memulai belajar data, yakni dengan menanamkan sikap konsisten, learning by doing (melakukan praktik langsung), belajar sesuai karakter diri (dari hal-hal yang disukai dahulu), belajar dari ahlinya untuk mendapatkan keterampilan khusus, serta mengikuti challenge agar mengasah kemampuan dan mendapatkan feedback dari profesional data yang dapat membantu kita untuk memperbaiki kekurangan dalam analisa data.

Dengan mengutip kata-kata Ridwan Kamil, Suberni mengungkapkan bahwa bila dipelajari, analisis data itu sangat menarik. “Good data akan menghasilkan good decision. Begitu pula dengan bad data akan menghasilkan bad decision,” tutup Suberni pada closing statement di penghujung acara.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *