Makna Hari Paskah di Tahun Kedua Masa Pandemi

Sumber Foto: freepressjournal.in

Laura Nadapdap

“Kristus ada di depan kita, dan kita perlu berpaling, memfokuskan pandangan kita kepada-Nya, Sang Hidup,”- PGI

Pijar, Medan. Hari Paskah merupakan hari yang sangat istimewa bagi umat Nasrani, baik di tanah air maupun di dunia. Perayaan Hari Paskah ini menjadi kepercayaan umat Nasrani akan kebangkitan Yesus Kristus. Tepat di hari Minggu (4/4), umat Nasrani di seluruh dunia memperingati hari kebangkitan Yesus Kristus melalui perayaan Paskah. Bukan kali pertama, perayaan tahun ini masih dalam kemelut pandemi Covid-19.

Sejak bulan lalu, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melalui laman resminya telah meluncurkan tema perayaan Paskah tahun ini. Diambil dari Yohanes 20:14-16, yaitu “Berpaling Kepada Sang Hidup.” Dalam penyampaiannya, tema tersebut dimuat dalam sebuah poster yang berisi karikatur.

Pada tampilan poster, terlihat karikatur seorang tenaga kesehatan dengan alat pelindung diri yang lengkap. Ia hendak menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada seorang pria yang tampak ketakutan akan jarum suntik. Kemudian, terdapat sosok wanita di belakangnya berujar “Ya elaah, sama jarum vaksin aja kok takut… Ingat pengorbanan-Nya di kayu salib, Pakne?”

Rasa sakit ketika disuntik vaksin tidak sebanding dengan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Darah-Nya yang tercurah untuk menebus dosa umat manusia, diberikan secara cuma-cuma. Melalui poster ini, umat Nasrani diingatkan agar tidak perlu takut divaksin, melainkan berpaling kepada Sang Hidup.

Menjalani Paskah kali kedua di masa pandemi, PGI meyakini bahwa tahun ini ada titik terang untuk wabah ini. Penyaluran vaksinasi Covid-19 pun menjadi sebuah pengharapan yang dipandang sebagai berkat dari Allah.

Berbeda dengan PGI, Komisi Waligereja Indonesia (KWI) mengangkat tema “Semakin Beriman Semakin Solider (Membangun Ekonomi Solidaritas)” sebagai tajuk Aksi Puasa dan Pembangunan (APP) 2021.

Pesan Prapaskah Paus Fransiskus tahun ini berfokus pada tiga kebajikan utama atau yang disebut tiga kebajikan teologis, yaitu iman, harapan, dan kasih. Melalui aksi puasa, diharapkan dapat membarui iman, menimba air pengharapan, serta menerima kasih Tuhan dengan hati yang terbuka. Juga, menumbuhkan kasih sosial sebagai dasar bagi sebuah tatanan kasih dalam hidup bermasyakat.

Paus Fransiskus, seorang pemimpin gereja katolik sekaligus kepala negara Negara Kota Vatikan.
(Sumber Foto: cnnindonesia.com)

“Untuk merasakan kasih dalam masa Paskah ini, kita perlu berbuat kasih bagi sesama yang paling lemah dan terabaikan karena pandemi korona,” pesan Paus.

Dari kedua tema tersebut, umat Nasrani di seluruh dunia diharapkan semakin bertumbuh dalam iman, kasih, dan pengharapan dari-Nya serta berpaling kepada Dia yang memberi hidup, terutama di masa pandemi yang sulit ini.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *