Hits: 530

Winda Yanti Samosir

Pijar, Medan.  Jika berbicara tentang jajanan pasar yang terbuat dari olahan ketan, tentu banyak sekali variasinya, salah satunya lupis. Siapa sangka? ternyata jajanan tradisional ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan banyak diminati masyarakat lho. Meskipun sudah ada sejak zaman dahulu, lupis masih eksis sampai sekarang.

Lupis bahkan memiliki nama lain dengan sebutan lopis di pulau Jawa. Lazimnya kue lupis ini dijajakan bersama dengan kue basah lainnya seperti klepon, wajik dan dadar gulung. Lupis biasanya dijual oleh pedagang pinggir jalan dan toko kue. Kudapan ini terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti beras ketan, kelapa, gula merah dan daun pisang. Kue yang merupakan jajanan khas Jawa ini  disajikan dengan parutan kelapa dan kuah gula merah yang disebut kinca.

Berkat kemajuan teknologi dan kreativitas, topping kue lupis tidak hanya menggunakan parutan kelapa dan kuah gula merah tetapi juga menggunakan topping varian modern seperti coklat, keju parut bahkan oreo, tanpa melupakan identitasnya.

Saat dikunyah lupis memiliki tekstur lembut, kenyal dan legit. Pada umumnya kue lupis berbentuk segitiga atau silinder panjang menyerupai bentuk lontong. Walaupun bentuknya berbeda-beda tetapi rasa dari lupis ini tidak berbeda. Selain itu kue ini juga berwarna putih dan hijau karena diwarnai dengan daun pandan.

Lupis  memiliki keunikan tersendiri yaitu aroma khas wangi daun pisang ylapisang melekat. Kue ini paling enak dinikmati ketika masih panas dengan menggunakan saus gula merah. Cita rasa manis dari siraman gula merah berpadu dengan parutan kelapa menjadi kombinasi yang nikmat. Lupis juga menjadi pilihan yang tepat sebagai menu pencuci mulut di pagi hari disandingkan dengan secangkir teh hangat atau kopi sebagai pelengkap di kala bersantai.

Dibuat tanpa bahan pengawet menjadikan kue lupis ini cepat basi dan hanya bertahan 1 sampai 2 hari saja. Tidak heran, jika jajanan ini cukup terkenal dan digemari banyak orang. Jangan khawatir karena harganya murah dan terjangkau. Kue lupis biasanya dibanderol dengan harga Rp5.000 per potong.

Lupis memiliki kandungan gizi yang baik, meski dikategorikan sebagai camilan. Setiap 100 gram lupis mengandung 119 mg kalsium, 164 kkal energi, dan 34,5 gram karbohidrat. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan energi dan kalsium pada lupis termasuk cukup tinggi. Kandungan kalsium ini dapat menjaga tekanan darah, meningkatkan  dan menjaga kesehatan tulang, mencegah terjadinya obesitas, memperkuat pertumbuhan gigi, dan obat penenang alami yang menenangkan sistem saraf.

Di balik rasa manisnya kue lupis tidak hanya mempunyai kandungan gizi saja, lupis juga punya makna filosofis kehidupan yang dapat diambil dan dijadikan pelajaran. Bagi masyarakat jawa dari segi tekstur yang pulen dan lengket dari ketan menggambarkan eratnya rasa persaudaraan.

Cara membuat kue lupis yang simple dan bahan yang mudah didapatkan, menjadikan kue lupis cocok untuk yang ingin mencoba membuat makanan pencuci mulut di rumah. Apalagi, manis dan legit lupis kaya kandungan gizi, semakin tertarik tidak mencoba jajanan pasar yang satu ini?

(Redaktur Tulisan: Naomi Adisty)

Leave a comment