Septryan A.M. Tarigan / Erizki Maulida Lubis

Pijar, Medan. Kehidupan mengajarkan manusia arti sebuah perjuangan. Setiap manusia selalu berjuang menghadapi hidup mereka yang tidak mudah. Selalu ada sosok yang menjadi inspirasi dan motivasi dalam hidup mereka. Berbicara tentang sosok, Brando Mamana mungkin bisa menjadi inspirasi kita.

Tiger Karo, begitulah sebutan yang akrab didengar mengenai seorang petarung juara kelas Straw One Pride Mixed Martial Arts (MMA), Brando Mamana. Pria kelahiran Tanah Karo, 13 Desember 1993 ini merupakan seorang fighter yang selalu berusaha menampilkan dan memberikan hasil yang terbaik dari versi dirinya.

Tidak mudah yang ia rasakan dalam perjalanan menuju karirnya. Banyak tantangan dan rintangan yang harus ia hadapi untuk sampai di titik sekarang ini. Dengan berpegang teguh pada kata optimis dan perjuangan, ia mampu mengasah diri menjadi lebih baik lagi.

Terdapat kisah kelam yang mengarungi lika-liku perjalanannya. Tiger Karo sudah kehilangan kedua orang tua saat beranjak remaja. Namun, hal tersebut tidak membuatnya putus asa dalam berkarya.

Brando dibesarkan oleh pamannya. Nama Mamana merupakan nama tambahan yang diberikan oleh pamannya, yang berarti paman dalam bahasa Karo. Sejak remaja, Brando sudah menggeluti bidang olahraga.

Ketika beranjak dewasa ia pun mengikuti berbagai perlombaan. Berkat kegigihan serta ketekunan yang luar biasa, ia dapat berjaya dan lolos ke One Pride MMA Indonesia. Meski beberapa kali menuai kegagalan, ia tetap optimis dan mencoba bangkit lagi.

Ada pesan dari Brando Mamana, yaitu hidup ini harus dihadapi dengan tekad dan berani untuk melangkah melewati tahap demi tahap. “Carilah apa yang selalu kita cari, tetapi selalu usahakan mencari yang positif. Karena di dunia ini cuman dua, ketika ada buruk pasti ada baik. Maka carilah yang baik maka kamu akan menemukan yang baik,” ujarnya.

Berbagai prestasi yang telah ia peroleh tidak menjadikannya sombong dan tinggi hati. Ia tetap bersyukur atas berkat yang diberikan Tuhan kepadanya. Beberapa prestasi yang telah ia raih di antaranya peraih sabuk juara dalam tempo 15 detik di partai final pada 13 Mei 2017, mengalahkan Daniel Chandra dalam tempo 40 detik di One Pride Mixed Martial Arts, dan berbagai prestasi lainnya di bidang olahraga.

Sebagai seorang inspirasi bagi para generasi muda, Brando berharap agar para generasi muda dapat mengikuti hal positif khususnya olahraga. Sehingga para generasi muda dapat terjauh dari hal negatif dan bisa berprestasi di berbagai bidang masing- masing. Bukan hanya di olahraga saja, tetapi tetaplah berpikir positif dalam kehidupan. Dengan melakukan hal tersebut, maka akan tercipta generasi muda pembaharuan Indonesia yang sehat dan kuat secara jasmani dan rohani.

(Editor: Rassya Priyandira)

Leave a comment