Mara Siregar, sedang duduk bersama Remote Control dan piala penghargaannya | Foto : Irfan Batubara

Medan, Pijar. Apa yang ada di pikiran Anda ketika pertama kali mendengar kata R/C (Remote Controle) ? Mungkin anda akan berpikir tentang sesuatu permainan yang kekanak-kanakan. Tetapi anggapan itu tetap tidak menyurutkan langkah Mara Siregar untuk menekuni bidang tersebut. Menurut pria kelahiran 18 Oktober 1987 tersebut R/C adalah hobi yang lumrah ditekuni oleh orang dewasa sekalipun, sebab R/C itu sendiri hobi yang bisa terbilang “mahal” dan justru sulit untuk ditekuni oleh anak-anak.

Pria lulusan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara ini, juga memiliki usaha perakitan mobil R/C yang ditekuninya mulai tahun 2012 silam. Usaha ini sendiri ia dirikan dari tabungannya dan bantuan dari orangtuanya. Ia sudah banyak merakit R/C pelanggannya yang rata-rata terdiri dari kalangan dewasa. Keterampilannya merakit didapatnya dari temannya, yang juga merupakan seorang yang memiliki hobi yang sama. R/C yang dirakitnya terdiri dari beberapa kategori diantaranya adalah kategori adventure, kategori rally, dan kategori drift. Untuk kategori adventure, harga yang dipatok adalah berkisar 4-8 juta rupiah, kelas rally mulai dari 3-7 juta rupiah, dan kelas drift dimulai dari harga 2-10 juta rupiah.

Nama Mara Siregar, juga sudah dikenal di dunia otomotif sungguhan. Beberapa trophy dan penghargaan sudah diterimanya dari beberapa balapan Drag Race, maupun kontes modifikasi otomotif. Berbagai penghargaan dari ajang modifikasi mobil telah ia terima, diantaranya Juara 1 dalam Event Contest Too Damn Low, Juara 1 Event Contest Best People Choice, Juara 1 Event Contest Best Isuzu masing masing di Griya Dome, Medan Oktober 2012 silam. Tidak itu saja pria yang memiliki postur tubuh yang terbilang tambun ini, juga mampu bersaing dan berprestasi di ajang Drag Race, ini dibuktikannya dengan Juara 1 Drag Race 1-1400 Cc di Sirkuit Pancing Desember 2011 lalu.

Dan juga beberapa penghargaan lainnya yang ia terima dalam ajang modifikasi otomotif diantaranya, Juara 1 Club Auto Contest Simple Face 5th Anniversary, Modif 2011 the Coolest European, Autoblackthrough 2nd position, The Best VIP, MB Tech Award, Autovision Award, The Best MPV, Glow in the Dark, dan The Best Interior. Ketika ditanya mengenai pertandingan yang paling berkesan selama terjun didunia otomotif, Mara mengaku, “Kontes ABT (Djarum Auto Black Through), karena memang kontes tersebut berskala Nasional, jadi dipandang oleh seluruh warga Indonesia”, ungkapnya. “Untuk Drag Race, Djarum Black Drag Nite di jalan Nibung Raya pada tahun 2007, karena itu pertama kali event Drag Race malam di kota Medan”, tambahnya.

Foto : Irfan Batubara

Kemahiran dan minatnya di bidang otomotif juga merupakan turunan dari sang ayah. Ayahnya yang juga merupakan seorang pembalap Drag Race dan F2000 yang telah malang melintang di Kansas, Amerika Serikat. Demi memenuhi hobinya tersebut, untuk saat ini Mara sudah memiliki bengkel sendiri yang diberi nama Dare Auto Customs. Bengkel yang beralamat di Jalan Setiabudi, Pasar 1, No.94 C tersebut juga menjual berbagai kelengkapan sparepart dan accecoris otomotif yang dibutuhkan.

Ditanya mengenai harapannya, Mara berharap kota Medan kelak menjadi kota otomotif yang nomor satu di Indonesia, Sebab hari ini Medan masih dibawah Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta. Alasannya karena pemasukan barang yang sulit dan sering telat di kota Medan.

“Selain itu  juga karena kurangnya trendsetter di Kota Medan, menurut saya anak Medan sering cepat puas terhadap lifestyle itu sendiri, sehingga kurang berkembang dibanding daerah lain,” tandasnya. (BB)

Leave a comment