Hits: 73
Chairunnisa Asriani Lubis
Pijar, Medan. Hutan merupakan salah satu peranan penting bagi bumi. Sebab, hutan adalah jantung dan paru-paru bumi. Bumi tanpa hutan akan mati. Akan tetapi, bumi tanpa manusia akan tetap bisa lestari. Begitulah arti pentingnya sebuah hutan. Namun, kondisi hutan di Indonesia cukup memprihatinkan.
Faktanya Indonesia kehilangan 13 hektar hutan pada setiap tahunnya. Penyebabnya adalah penebangan hutan secara liar yang masih besar, serta kebakaran hutan lahan yang masih menjadi masalah rutin. Bahkan, terganggunya iklim dan suhu di Indonesia tidak lain akibat dari kerusakan hutan yang besar.
Fakta yang terjadi ini harus lebih menyadarkan masyarakat Indonesia untuk senantiasa menjaga dan melindungi hutan. Salah satunya dengan memperingati Hari Hutan Sedunia yang mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Tetapi pada kenyataannya, hal ini memang harus diperingati oleh seluruh masyarakat.
Pada tahun 2012, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan Hari Hutan Sedunia setiap tanggal 21 Maret. Dilansir dari Kompas.com, Hari Hutan Sedunia (International Day of Forest) ditetapkan dengan tujuan untuk mengingatkan seluruh masyarakat bahwa keberadaan hutan sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia.
Hal ini sejalan dengan penuturan Muhammad Khoirun Rahman, salah satu mahasiswa jurusan Teknologi Hasil Hutan USU yang memberikan pendapatnya mengenai tujuan memperingati Hari Hutan Sedunia.
“Memperingati hari hutan sedunia adalah sebagai bentuk kesadaran kita agar selalu ingat betapa pentingnya peran hutan bagi kehidupan manusia. Memperingati hari hutan sedunia juga turut menjadi bagian dari pengenalan kepada masyarakat luas bahwa hutan berperan sangat penting. Namun, perannya sangat tidak disadari oleh kita,” jelas Khoirun.
Dalam hal ini, sangat diperlukan salah satu peran mahasiswa, yakni sebagai agen perubahan (agent of change). Mahasiswa perlu mengajak masyarakat untuk menjaga dan melindungi hutan agar dapat membawa perubahan bagi bumi di kemudian hari.
“Saya rasa cara yang paling efektif adalah dimulai dengan menyadarkan masyarakat dan keluarga kita bahwa hutan sangatlah penting. Di era digital seperti ini, seharusnya kita gencar mengampanyekan berita tentang kesadaran lingkungan dan menjaga hutan melalui media sosial,” jelas Khoirun.
Sisi positifnya, memperingati Hari Hutan Sedunia juga sebagai apresiasi terhadap kekayaan hutan Indonesia yang kita miliki. Memperingati Hari Hutan Sedunia juga akan membuat generasi-generasi selanjutnya menjadi lebih cinta dan peduli terhadap hutan Indonesia.
“Mau tidak mau, siap tidak siap, kita adalah generasi penerus pemegang kekuasaan di masa depan yang dapat membuat keputusan dan memberikan pengaruh positif untuk hutan di Indonesia maupun dunia,” tutupnya.
(Editor: Rassya Priyandira)

