Tips Jitu Menjaga Kesehatan Mental

Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi

Icha Kumala dewi / Rahmat Harun Harahap

Pijar, Medan. Pandemi Covid-19 sudah mengubah kehidupan kita 180 derajat. Mulai dari kebijakan Physical Distancing yang menyebabkan masyarakat terpaksa bekerja dari rumah, sekolah dan perkuliahan juga dilaksanakan secara daring demi meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Selama di rumah saja, tidak hanya kesehatan fisik saja yang perlu dijaga. Namun, kesehatan mental juga perlu kita jaga.

Dewasa ini, menjaga kesehatan mental menjadi isu yang menarik untuk dikaji lebih rinci. Topik ini yang menjadi pembahasan dalam webinar ASM Ariyanti, yang mengangkat tema “Mantaining Mental Health in The New Normal Era” melalui video coference Zoom meeting pada Selasa (22/12), pukul 10:00-12:00 AM.

ASM Ariyanti selaku penyelenggara adalah sebuah akademi pendidikan profesional program 3 tahun (D3) yang dikenal sebagai pendidikan D3 Sekretaris dan Manajemen Administrasi dengan Akreditasi B. Webinar ini dihadiri oleh Ibu Haja Herawati selaku sekretaris yayasan pendidikan Ariyanti yang sedang berada di Arizona Amerika, narasumber yang  berpengalaman yaitu Raissa Hadiman, M. PSI., seorang Psikolog, COO & Co-Founder Biro Psikolog Personale dan dibimbing oleh moderator Astri Firdasannah, S.PSI Candidate in Clinical Psychology.

Para peserta yang mengikuti webinar berasal dari berbagai daerah. Mulai dari Sabang sampai Merauke, yakni dari Kota Medan, Padang, Jakarta, Sulawesi, Kalimantan dan masih banyak lagi. Sebanyak 2.358 orang turut mendaftar untuk berpartisipasi pada webinar.

Acara yang di buka oleh Bapak Dr. Deni S Habali M.S.I selaku Direktur ASM Ariyanti dengan memberi kata sambutan dan juga mengucapkan selamat Hari Ibu untuk seluruh Ibu dan Calon Ibu yang ada di Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber setelah dipersilahkan oleh moderator. Materi dibuka dengan tebak-tebakan mitos atau fakta seputar kesehatan mental. Para peserta sangat antusias dalam memberi tanggapan.

Dalam pemaparannya narasumber mengutip defenisi kesehatan mental menurut WHO yaitu sehat mental adalah kondisi di mana kita menyadari kemampuan kita, mampu menghadapi stress sehari-hari, produktif dan bisa terlibat dalam relasi. “Sehat mental juga berarti bahwa kita bisa menerima kekurangan dan kelebihan diri sendiri,” ujar Raissa selaku narasumber.

Apa sajakah ciri yang menandakan bahwa kita memiliki mental yang sehat?

Narasumber menjelaskan diantaranya, dapat membedakan mana kenyaataan mana yang bukan, tidak berhalusinasi dan kita tahu mana yang realita dan mana yang hanya sekedar imajinasi kita saja. Selain itu, kita harus punya semangat, harapan, dan keinginan untuk menjalani hidup yang lebih baik lagi. Tidak lupa pula bahwa kita harus mampu beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Gangguan kesehatan mental yang banyak terjadi saat ini yaitu gangguan anxiety yang disebabkan oleh banyak faktor ditambah lagi dengan pemberitaan Pandemi Covid-19 beredar di berbagai media sosial. Bagimanakah cara mengatasinya dan tetap menjaga kesehatan mental kita?

Terdapat dua kategori dalam menjaga kesehatan mental, yaitu dapat dilakukan dengan diri sendiri dan dapat dilakukan dengan orang lain. Hal-hal yang dapat kita lakukan dalam menjaga kesehatan mental diri kita sendiri antara lain dengan memaafkan diri sendiri, apresiasi diri, selfcare , mengizinkan perasaan kita muncul seperti senang, marah dan bahagia, kemudian yang terakhir yaitu dengan memanfaatkan waktu untuk me time.

Selanjutnya, menjaga kesehatan mental dengan melibatkan orang lain juga bisa kita lakukan dengan mengurangi aktivitas sosmed dan memperbanyak atau mempererat hubungan dengan keluarga dan teman teman. Dalam mempererat sebuah hubungan, kita dapat bercerita atau meminta orang terdekat agar mendengarkan kita, membangun support system, dan berani mengikhlaskan atau memaafkan orang lain.

“Sehat mental adalah sebuah proses, sebuah pola hidup, dan sebuah upaya membiasakan diri. Seperti diet, perlu waktu dan usaha, begitu juga menjaga kesehatan mental,” ujar Raissa Hadiman.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *