Ragam Cerita di Malam Tahun Baru: Palembang dan Jogja Ramai, Bukittinggi Sepi

Sumber Foto: Pikiran Rakyat

Gregorius Fernando/Hidayat Sikumbang

Pijar, Palembang. Pemerintah Kota Palembang sudah mengeluarkan Surat Edaran untuk meminta kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan atau orang banyak pada saat malam tahun baru 2021, dengan alasan agar tidak timbul kerumununan dan kasus baru Covid-19.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palembang Guruh Agung Putra Jaya, Senin, mengatakan imbauan yang tertuang pada Surat Edaran (SE) Nomor 59/SE/PP/2020, tentang ketentuan Adaptasi Kebiasaan Baru di tempat ibadah, pariwisata, dan fasilitas umum lainnya, pada pelaksanaan Operasi Lilin 2020 dan Tahun Baru 2021 seperti dilansir Antara Sumsel.

Suasana malam tahun baru di pusat kota Palembang, lalu lintas sekitar Jembatan Ampera terlihat cukup ramai, walaupun tanpa dilengkapi dengan kembang api yang meriah seperti biasanya.

Kasat Lantas Polrestabes Palembang Kompol M. Yakin Rusdi menjelaskan bahwa Jembatan Ampera akan tetap dibuka untuk mengantisipasi terjadinya keramaian masyarakat pada saat malam pergantian tahun baru di atas Jembatan Ampera.  “Ampera akan tetap kita buka supaya tidak membuat celah keramaian, untuk mekanisme pengamanan masih tetap seperti tahun kemarin. Kita mendirikan pos pengamanan (Pospam) sebanyak tiga belas titik dan dan pos pelayanan (Posyan) sebanyak tiga titik di Kota Palembang,” ujar Yakin Rusdi.

Namun meski begitu, animo masyarakat terhadap malam tahun baru masih tetap tinggi. Seperti yang menggunakan sepeda motor, masih berkeliaran dan berkerumun di atas Jembatan Ampera, dan masih ada toko-toko serta minimarket yang masih buka pada saat malam tahun baru. Terlihat masyarakat tetap berkumpul untuk mencari makanan.

Akan tetapi, beberapa pusat perbelanjaan terlihat sudah tak lagi tersedia pada malam tahun baru. Seperti Palembang Trade City, sudah ditutup dikarenakan para petugas polisi sudah melakukan pengamanan dan mendirikan pos pengamanan di beberapa titik Kota Palembang.

Titik keramaian pun juga tampak di Yogyakarta. Ribuan lapisan masyarakat tampak tumpah ruah di pusat kawasan wisata Yogyakarta pada detik-detik menjelang pergantian tahun baru 1 Januari 2021. Berbeda dengan Palembang, ketika memasuki detik-detik pergantian tahun, kembang api saling bergantian menyala di atas langit monumen tersebut. Kepadatan di Jogja ini tak seperti sebelum-sebelumnya. Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti dalam Jumpa Pers Persiapan Menghadapi Tahun Baru 2021 menuturkan tidak ada penutupan full di Malioboro melainkan sistem buka tutup yang bakal diterapkan. Artinya Malioboro dibuka dan ditutup tergantung rasio pengunjung.

Rahayu Wulandari, salah satu warga yang ikut melaksanakan malam tahun baru di Jogja saat diwawancarai Pijar USU menjelaskan, bahwa kepadatan Jogja kali ini tak seperti tahun-tahun sebelumnya. “Jogja padat, hanya saja banyak yang menaati protokol kesehatan. Semua yang mau ke sini wajib pakai masker, kendaraan tak boleh berhenti dan harus tetap jalan terus,” ucapnya.

Nasib berbeda terlihat di kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Perayaan malam tahun baru yang biasanya berlangsung meriah, kali ini sepi. Seluruh akses menuju tempat wisata malam tahun baru pun tampak ditutup. Bukan hanya itu, Jam Gadang terlihat ‘bermasker’.

Jam Gadang Ditutup Hingga 3 Januari (Sumber foto: Padang Kita)

“Keadaan sangat lancar, tampak jalan menuju kota Bukittinggi cukup lancar. Di mana semua akses yang menuju kota Bukittinggi kita tutup. Hampir tak terjadi kepadatan,” ungkap Anezta selaku perwakilan dari Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi yang bertugas saat malam tahun baru. Pemerintah Kota Bukittinggi menegaskan bahwa hingga tanggal 3 Januari mendatang, seluruh tempat wisata di Bukittinggi akan ditutup untuk pencegahan penyebaran Covid-19 pada liburan tahun baru 2021.

(Editor: Widya Tri Utami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *