Sumber foto: Dokumentasi Pribadi

 Pertamina Space Up Bahas Kehidupan Masyarakat dan Covid-19 yang Berdampingan

Widya Tri Utami

Pijar, Medan. UKM Heuri Cosmos Universitas Pertamina adakan Penutupan dan Pengumuman Pemenang “Pertamina Space Up 2021 3.0” pada Minggu, (24/01) pukul 14.00 WIB. Acara ini dilangsungkan secara virtual melalui Zoom Meeting yang diisi dengan talk show bertemakan “Living with Covid-19 in Normal Era: What Should be Prepared to Live Harmony with Covid-19.”

Pandemi Covid-19 belum menunjukkan titik terang untuk keluar dari lingkupnya. Setahun sudah, Covid-19 melanda dunia. Membatasi segala kegiatan hidup manusia dan mengubah kebiasaan hidup manusia dari offline menjadi online. Namun tanpa disadari, pandemi juga menuntut masyarakat khususnya di Indonesia untuk dapat beradaptasi dan hidup berdampingan bersamanya.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu pemateri, Daniel S. Purba (SVP Strategy & Investment of PT Pertamina (Persero)), bahwa masih belum diketahui secara pasti sampai kapan pandemi ini akan benar-benar berakhir. Satu hal yang diyakini orang-orang adalah tahun 2021 ini, akan menjadi tahun transisi dari pre Covid-19 menuju post Covid-19. Namun, kebiasaan hidup manusia juga sudah berangsur-angsur berubah, salah satunya bekerja dan belajar dari rumah.

                                                 “Penyampaian materi oleh Daniel S.Purba” (Sumber foto : Doumentasi Pribadi )

In Pertamina, working from home is become normal and we liked it so much already, we started to like it. According to the survey, almost around 20 percent is still effective when they work from home. So I think this will continue in the future, that will change how the company arrange the job, the work, and the office,” tutur Daniel.

Pemateri lain, Dina Nurul Fitria (Dosen Ekonomi Universitas Pertamina) menjelaskan bahwa masyarakat harus tetap teguh menjalani hidup di tengah keberadaan Covid-19. “We have to working together, collaborating with each other within this not so called good situation. But we have to maintain the optimistic way, productive, and keep the enthusiasm,” jelasnya.

Allif Ayuba, salah satu peserta acara asal Universitas Trisakti berpendapat bahwa penutupan acara ini bagus karena diikuti dengan talk show di dalamnya. “Acaranya bagus dan sangat bermanfaat materi yang disampaikan. Namun, tadi sempat terganggu bad signal dan sound yang putus-putus,” komentarnya.

Di akhir sesi talk show, kedua pemateri berpesan bahwa baik untuk masyarakat agar dapat melihat dan belajar semua hal dari berbagai dan bermacam perspektif. Masyarakat harus mampu beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang harus dilakukan. Terutama di masa transisi ini, agar keberlangsungan hidup masyarakat dapat tetap berjalan.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *