Alvira Rosa Damayanti

Pijar, Medan. Presiden Mahasiswa Universitas Sumatera Utara tahun 2019, Iqbal Harefa, memberikan sebuah tanggapan kritis terkait pemira online yang diadakan tahun ini melalui story instagram miliknya (15/01) kemarin.

Di mana pada story tersebut, ia menuliskan tanggapannya terkait awal mula dari kerusuhan pemira yang terjadi karena sistem yang belum baik dan dipaksa untuk dipakai.

“Banyak perubahan-perubahan fundamental yang terjadi, apalagi pemira yang tadinya offline menjadi online. Ya kita jadi mahasiswa harus siap, walaupun kampus dan mahasiswa-mahasiswa di Indonesia atau bahkan di dunia gagap akan perubahan seperti ini,” ujar Iqbal pada wawancara yang dilakukan (23/01), melalui aplikasi WhatsApp.

“Cuma ya upaya-upaya dari kawan–kawan KPU dengan membuat sistem pemira  online ini kita apresiasilah, pastinya kita apresiasi. Cuma ya dibalik apresiasi kita itu, pastinya ada nilai-nilai yang kita kritisi, termasuk sistem keamanannya. Di mana kita lihat, pemira online yang baru diluncurkan kemarin dengan beberapa uji coba terjadi eror dan sistem tersebut belum baik untuk digunakan,” paparnya.

“Ya walaupun saya sendiri menilai ini terkesan dipaksa dan terpaksakan. Intinya dipaksakanlah, pemiranya dipaksakan. Kenapa? Karena sistem pemira online  ini belum matang dan PSI yang berkerja sama dengan KPU, yang dimana PSI berkaitan dengan biro rektor, belum siap membuat sistem ini untuk siap digunakan. Hal-hal seperti ini yang harus kita kritisi,” tambahnya.

Selain adanya permasalahan pada sistem, mantan Presiden Mahasiswa USU 2019 ini juga ikut berkomentar terkait keputusan pemira yang akhirnya sampai pada proses pihak biro rektorat. Sebab, adanya salah satu paslon yang tidak terima dengan keputusan yang dikeluarkan KPU.

“Kalau memang KPU sudah mengambil tindakan yang baik sesuai mekanisme, ya paslon harus siap dengan keputusan yang ada. Jangan mau di intervensi sama birokrasi, sebab ini permasalahan mahasiswa, kita memilih presiden mahasiwa. Dan satu lagi, jangan pernah menggungat KPU kepada Birokrasi, karena itu mengundang Birek untuk menginterverensi mahasiswa. Kalau pun diintervensi, itu hanya untuk melegitimasi saja, jangan mau pemira-nya di ikut campuri terlalu dalam. Urusan mahasiswa ya diselesaikan dengan mahasiswa itu sendiri,” ungkap Iqbal menambahkan.

Menurutnya, jika memang keputusan KPU sudah benar maka yang harus dilakukan KPU adalah segera hadir tengah-tengah mahasiswa, buat konferensi pers dan jawab semua pertanyaan yang belum terjawab. “Karena menurut saya, keputusan KPU itu keputusan yang ngambang, sehingga dua paslon merasa menang. Kalau KPU sudah melakukan mekanisme dengan benar, kenapa harus takut dan harus lari? Kalau katanya ada teror, emang sejauh mana teror itu? Karena kita inikan negara hukum,” ujarnya mempertanyakan.

Disisi lain, mantan Presiden Mahasiswa 2019 ini juga kembali mempertegas mengenai status Presiden Mahasiswa terpilih. Di mana menurutnya status sebagai Presiden Mahasiswa tersebut dapat melekat dan diakui ketika orang tersebut telah dilantik.

“Presiden yang terpilih setelah pemira, Presiden yang ditetapkan sebagai Presiden terpilih itu atas dasar pleno-nya KPU, bukan hasil dari quick count. Karenakan habis pemira ada masa pengaduan. Jika ada suara tertinggi, jangan dulu merasa menang. Kenapa? Karena ada masa pengaduan itu tadi,” jelasnya.

“Kalau KPU tidak bisa menyelesaikannya secara tuntas maka birek lambat laun juga akan turun tangan. Yang ditakutkan jika Presiden Mahasiswa hasil keputusan Birek, nanti jadinya berhutang budi kepada Birek. Presiden mahasiswa inikan jadi representative mahasiswa. Kalau nanti gak ada demo, ya dia jadi anak rektorat, jadi presiden rektorat,” selutuk Iqbal.

“Jadi intinya, Presiden mahasiswa yang kita akui bersama, ialah Presiden Mahasiswa yang telah dilantik secara resmi. Jika belum dilantik, semua pun nanti bisa meng-klaim dia adalah Presiden Mahasiswanya. Dan kalau keputusan KPU sudah benar, ya KPU bersikap tegaslah, jawab pertanyaan mahasiswa, gelar pelantikan segera,” tutur Iqbal di akhir wawancara.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment