Dewi Ayu Muniarty/Sherenika Azalia

Pijar, Medan. Decluttering merupakan gaya hidup minimalis atau sederhana yang belakangan ini sedang marak dilakukan oleh banyak orang. Dalam bahasa Indonesia, decluttering dapat diartikan sebagai menyingkirkan barang-barang yang tidak dibutuhkan dan hanya menyimpan barang-barang yang memang dibutuhkan.

Decluttering tidak hanya sekadar kegiatan merapikan biasa. Tren gaya hidup decluttering ini dapat memberikan dampak yang positif jika dilakukan secara terus-menerus, karena dapat mengurangi seseorang membeli barang-barang yang dianggap kurang dibutuhkan. Decluttering dapat dilakukan tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun, hanya dengan bermodal mengosongkan sebuah tempat yang berisi barang-barang yang tidak terlalu penting, maka tren gaya hidup minimalis ini sudah dapat dilakukan. Jika sobat Pijar bingung ingin memulai dari mana, terdapat beberapa cara untuk mulai mengorganisir barang-barang yang kalian miliki yang mungkin dianggap sudah menumpuk serta perlu dibenahi.

Mengorganisir barang-barang, salah satunya dapat dengan menggunakan metode KonMari, yang berarti merapikan barang berdasarkan kategorinya, seperti pakaian, dokumen, dan barang-barang lain. Pertama, kamu dapat mengumpulkan barang-barang ke dalam satu ruangan, lalu memulai untuk memilih apakah barang ini masih sering dipakai atau hanya sekali-kali saja. Jika sobat Pijar menganggap barang tersebut jarang digunakan dan tidak perlu untuk disimpan, sebaiknya dipisahkan dan kemudian dapat disumbangkan ke orang lain yang lebih membutuhkan atau dijual sehingga tidak terbuang begitu saja. Lalu, barang yang dianggap perlu pada saat tertentu namun jarang digunakan dapat dipisahkan dan disimpan kembali, karena jika suatu saat dibutuhkan, barang tersebut dapat ditemukan dengan mudah. Jika sudah melakukan hal-hal tersebut, tentunya ruangan akan terasa berbeda setelah barang yang dianggap kurang perlu sudah disingkirkan.

Setelah kamu melakukan decluttering, maka ada beberapa tips lagi untuk memaksimalkan gaya hidup minimalis ini kedepannya. Gaya hidup decluttering ini, sebenarnya juga mengajarkan kita untuk mengurangi atau bahkan menghindari perilaku shopping spree.

Shopping spree merupakan perilaku yang mengedepankan kesenangan dalam berbelanja dan berakhir membuat kita kalap. Gaya hidup decluttering tidak sejalan dengan gaya hidup shopping spree, sehingga sobat Pijar disarankan untuk tidak melakukan kegiatan berbelanja yang berlebihan karena dapat membuat barang-barang kembali menumpuk dan ruangan akan terasa kurang nyaman kembali.

Selain itu, decluttering juga dapat dilakukan dengan dengan menggunakan metode minimalist game yang mengartikan bahwa setiap tanggal satu kamu harus mengeluarkan satu barang yang dianggap kurang perlu. Dengan seperti itu, maka sobat Pijar diharapkan semakin mengedepankan keminimalisan. Jika sobat Pijar merasa bulan ini terlalu banyak barang-barang yang kurang diperlukan sudah terlanjur terbeli, metode minimalist game ini sangat cocok untuk dilakukan.

Setelah melihat beberapa step awal dan juga manfaat melakukan tren gaya hidup decluttering ini, sobat Pijar pastinya dapat melihat bahwa gaya hidup ini memiliki manfaat positif. Mulai dari ruangan yang terasa lebih nyaman, membuat kita semakin berhemat, dan menjadi seseorang yang lebih terorganisir. Selain itu, kegiatan decluttering ini juga dapat membuat kita semakin betah untuk berada di dalam rumah, apalagi dengan situasi pandemi saat ini yang mengharuskan kita untuk berada di rumah. Untuk sobat Pijar yang ingin memulai hidup minimalis, boleh dicoba ya gaya hidup decluttering ini!

(Editor: Diva Vania)

Leave a comment