What Happened to Monday: Jerat Identitas di tengah Hukum Dunia

Sumber Foto: https://www.jalastoria.id/

Griffin Angelina / Asti Febriana

Pijar, Medan. Kisah klasik dan alur menarik adalah kalimat yang bisa menggambarkan film What Happened to Monday. Hidup dalam bayang-bayang dan distopia kehidupan yang mustahil tercapai membuat film ini mampu memutarbalikkan alur pikiran para penontonnya dengan gimmick dan plot twist yang tak terduga.

Film yang di sutradarai oleh Tommy Wirkola ini diproduksi tahun 2017 dan diperankan oleh Noomi Rapace. Ia memainkan ketujuh karakter sekaligus dengan kepribadian yang berbeda pada setiap tokoh.

Berceritakan tentang sebuah hubungan 7 saudara yang tidak memiliki identitas jelas dan mengharuskan mereka untuk tetap sembunyi dan bertahan hidup karena hukum yang berlaku. Mereka hidup di mana dunia mengalami overpopulation di tahun 2043.

Kelebihan penduduk membuat dunia kala itu harus membuat sebuah hukum untuk mengkontrol angka pertumbuhan penduduk dengan julukan ‘Child Allocation Act’ . Hal itu mengharuskan satu keluarga hanya boleh memiliki satu anak. Bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak, maka anak tersebut akan disita oleh pemerintah dan dikarantina untuk dimasukkan ke dalam cyrosleep (semacam kapsul tidur). Cara ini dilakukan  karena  kekhawatiran  akan sumber daya alam yang ada di muka bumi tidak akan cukup untuk menghidupi seluruh manusia.

Memiliki alur yang menarik menjadikan film ini digemari khalayak ramai. Pasalnya, ketujuh saudara ini memiliki nama yang unik karena diambil dari nama hari dalam seminggu, yakni Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, Saturday dan Sunday. Setiap satu minggu, mereka hanya diperbolehkan keluar sesuai nama hari yang mereka punya. Mereka tidak tinggal diam dan berusaha melakukan pemberontakan dengan cara mereka sendiri. Mereka pun mencari tahu kebenaran dari hukum yang berlaku sampai pada akhirnya satu persatu sisi gelap dari pemerintah pun terungkap.

Film ini sepertinya berkaca pada kejadian di dunia yang saat ini sedang terjadi. Salah satunya di Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Hal ini dikarenakan penerapan program Keluarga Berencana (KB) yang telah ada sejak 1967 oleh Gubernur Jakarta, Ali Sadikin. Pada tahun 1990 program KB terus dikembangkan dan mulai direspon positif oleh masyarakat. Namun, masih banyak pro dan kontra yang terjadi.

What Happened to Monday juga menunjukkan bahwasannya tidak ada yang tahu bagaimana kepribadian setiap orang terbentuk. Begitu juga dengan ketujuh saudara kembar ini. Walaupun memiliki julukan kembar identik, mereka memiliki kepribadian yang jauh berbeda antara satu dan yang lainnya. Penonton dapat dibuat terkecoh. Untuk itu, memerhatikan gerak-gerik mereka sedetail mungkin harus dilakukan agar dapat membedakan tokoh satu dengan yang lain. Karena sejatinya, sama tidak berarti serupa.

(Editor: Widya Tri Utami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *