Wanita Yang Berani Angkat Bicara Itu Adalah Sherly Annavita Rahmi

Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi

Agnes Priscilla / Gading Akbar

Sherly Annavita Rahmi, sebuah nama yang sudah tidak asing lagi di telinga warganet, terutama para anak muda yang merasa terbangun akan kata-kata motivasinya. Wanita kelahiran Aceh, 12 September 1992 ini merupakan sosok wanita dengan segudang prestasi yang dapat menginspirasi banyak orang.

Wanita yang akrab disapa Sherly ini kerap kali menjadi sorotan. Ia sempat menjadi trending topic di mesin pencarian Google ketika Sherly menghadiri program televisi Indonesian Lawyer Club (ILC). Sejak saat itu, nama Sherly semakin dikenal atas keberaniannya mengkritisi kebijakan pemerintah. Netizen mengganggap sosok Sherly sebagai wanita yang tangguh karena ia sangat vokal dalam mengomentari rencana Presiden Joko Widodo mengenai pemindahan ibu kota ke Pulau Kalimantan.

Selain itu Sherly juga dikenal sebagai seorang motivator, youtuber, dan content creator di media sosial. Ia memiliki jutaan pengikut di Instagram serta ratusan ribu subscribers di kanal Youtube-nya. Konten yang ia buat pun tak luput dari sorotan. Ia sangat aktif dalam memberikan opini serta komentar terhadap masalah-masalah politik dan sosial di Indonesia.

Sherly bukanlah wanita biasa. Ia menyelesaikan sekolahnya di Yayasan Pendidikan Arun Aceh dan kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi sebagai lulusan Jurusan Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Jakarta.

Dilansir dari convesia.com, Sherly juga sempat kuliah satu semester di Jurusan Sastra Jepang Universitas Gadjah Mada sebelum ia pindah ke Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Paramadina. Pada 2016 lalu, ia  juga telah melanjutkan pendidikan S2 di Fakultas Hukum dan Bisnis, Swinburne University, Melbourne, Australia.

Putri dari pasangan Annafi Nas dan Yanti Elmida ini sering diundang menjadi pembicara dan motivator di berbagai acara. Sherly sangat antusias menjadi pembicara dalam acara kepemudaan, karena pemuda memiliki kelebihan baik energi, waktu, dan keingintahuannya. Untuk itu para pemuda sangat perlu untuk diarahkan kepada hal positif.

“Motivasi dan dorongan adalah bahan bakar pergerakan. Pendidikan adalah senjata perubahan segala sesuatu di dunia ini,” tambah Sherly.

Berubah dan diubah, 3 kata yang sering diucapkan ketika menjadi pembicara dan berhasil mengubah pola pikir Sherly. Menurutnya, tidak akan ada perubahan besar terjadi tanpa akumulasi perubahan yang kecil.

“Ini momentum besar. Seperti halnya di dalam tribun, anak muda harus menjadi bagian dari pemain karena sejarah tidak pernah mencatat para penonton, bersorak-sorai menyuarakan yel-yel, sekeras apapun itu. Sejarah hanya mau mencatat para pemain, pemain di atas rata-rata. Pastikan kita anak muda menjadi pemain di atas rata-rata” jelas Sherly.

Sherly kecil sudah mengukir prestasi di bidang keagamaan. Diketahui Sherly Annavita juga pernah menjadi finalis Pildacil tahun 2006 serta finalis Dai Muda Indonesia di ANTV tahun 2012. Ia juga menjadi runner up acara reality show I Am President pada tahun 2013.

Di bidang akademis Sherly memiliki segudang prestasi, baik dalam negeri maupun luar negeri. Pada tahun 2018, Sherly menjadi penerima Australia Awards Scholarship. Masih pada tahun yang sama, Sherly terpilih menjadi delegasi terbaik Asia World Model United Nations di Korea Selatan. Sherly berkali-kali dipercayai untuk menjadi delegasi Indonesia dalam kancah Internasional.

Kesuksesan Sherly hingga saat ini merupakan hasil dari kerja keras dan semangat yang tinggi dalam menggapai mimpi-mimpinya. Sherly sangat berharap anak muda dapat terus mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya agar dapat membawa perubahan dan tidak hanya berperan sebagai penikmat belaka.

(Editor: Rassya Priyandira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *