Hits: 15

Ruly Yosepin/Star Munthe

Pijar, Medan. KPU USU sukses menggelar Pemira USU 2020 edisi revisi yang dilakukan secara daring (10/12). Pemira ini berlangsung selama tiga hari yakni, 7, 8, dan 10 Desember 2020. Untuk tanggal 9 Desember, KPU USU sengaja meliburkan kegiatan Pemira dikarenakan adanya Pilkada Serentak.

KPU telah melakukan perbaikan dan penyesuaian terhadap Pemira daring yang belajar dari kesalahan pada jilid pertama. Sebelumnya KPU sempat gagal melaksanakan pesta demokrasi mahasiswa tersebut karena tidak kuatnya sistem pengumpulan suara atau database yang dimiliki oleh PSI dalam menampung jumlah suara yang begitu besar dalam tempo satu hari.

Belajar dari kesalahan tersebut, KPU USU memperbaiki dan melakukan penyesuaian terhadap sistem. Karenanya, Pemira daring kali ini berjalan selama 3 hari yang mana pemilihan dibagi-bagi kepada beberapa fakultas di setiap rangkaiannya.

Pemira hari pertama diikuti oleh mahasiswa dari 5 fakultas yang dijadwalkan melakukan pemilihan, yakni terdapat Fakultas Teknik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Hukum, Fakultas Kehutanan, dan Fakultas Farmasi. Kemudian hari kedua diikuti oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Psikologi, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pada hari ketiga terdapat Fakultas Kedokteran, Fakultas Keperawatan, Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, dan Fakultas Ilmu Budaya.

Di hari pertama, KPU tidak mengalami kendala berarti dan hanya terdapat sedikit jumlah suara yang tidak sah, yakni sekitar 20-an. KPU juga rutin melakukan publikasi rekapitulasi suara sementara melalui media sosial Instagram @kpu.usu.

“Hari pertama berjalan dengan lancar dan ada sekitaran 20-an suara tidak sah,” ujar Wahyu Hidayat selaku Ketua KPU USU 2020.

Kendala terbesar yang dialami KPU karena adanya permasalahan pada pengaksesan website pemungutan suara. Namun, masalah tersebut segera bisa diatasi dengan tanggap oleh KPU. “Kami mengalami kendala dari Mahasiswa yaitu adanya kecolongan data akun dari masing-masing mahasiswa tersebut. Kecolongan data akun tersebut terjadi dihari kedua pemilihan. Dan dikendala yang kedua yaitu adanya tidak bisa mengakses pemilihan tersebut. Namun, masalah itu sudah dilaporkan kepada kami dan kami sudah memproses masalah tersebut. Selanjutnya mengenai sistem pemilihannya menurut kami sudah aman”.

Selain itu Pemira hari kedua juga menerima jumlah suara tidak sah yang besar sehingga menghambat proses pelaksanaan penghitungan suara oleh KPU yang juga disaksikan oleh para saksi. Suara tidak sah tersebut dominan berasal dari para pemilih yang merupakan mahasiswa stambuk 2020.

“Kami sudah sosialisasikan sejak awal bahwa Pemira tidak diikuti oleh mahasiswa baru atau mahasiswa 2020,” terang wahyu.

Kendati demikian, ada spekulasi yang menyatakan bahwa suara tidak sah tersebut dilakukan oleh oknum yang membajak akun mahsiswa baru untuk melakukan kecurangan pada Pemira.

“Menurut kami, kecolongan data akun tersebut merupakan kesalahan dari mahasiswa itu sendiri. Karena sebelumnya mahasiswa sudah dihimbau sejak sebelum pelaksanaan pemilihan untuk menjaga privasi masing-masing akun mahasiswa  tersebut,” tambah Wahyu.

Hari terakhir Pemira juga tidak terdapat masalah berarti karena permasalahan suara tidak sah dan pengaksesan website pemungutan suara sudah diatasi oleh pihak KPU pada hari kedua. Pemira hari ketiga juga menjadi final serta menjadi penentu siapa yang akan menjadi Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa selanjutnya.

Pada hari pertama, Pasangan Calon (Paslon) 01 mendominasi dengan perolehan suara 62,43%. Kemudian Paslon 02 menyusul di angka 37,57%. Sedangkan pada rekapitulasi suara KAM, terdapat KAM Rabbani mendominasi pada hari pertama, berikut rangkuman datanya:

  • KAM Madani: 27,94%
  • KAM Rabbani: 40,79%
  • KAM Perubahan: 18,22%
  • KAM Bhinneka: 10,15%
  • KAM Reformasi: 2,86%

Situasi berubah pada hari kedua, di mana dominasi kali ini dipegang oleh Paslon 02 dengan perolehan suara mencapai 61,35%. Sedangkan Paslon 01 menguasai 38,64% suara. Untuk perolehan suara KAM pada Pemira USU 2020 hari kedua tetap di dominasi oleh KAM Rabbani:

  • KAM Perubahan: 15,26%
  • KAM Rabbani: 54,94%
  • KAM Bhinneka: 10,71%
  • KAM Reformasi: 3,32%
  • KAM Madani: 15,77%

Hasil rekapitulasi suara pada hari ketiga menunjukkan bahwa dominasi kembali dilakukan oleh Paslon 01 dengan perolehan suara mencapai 52,80%, sedangkan Paslon 02 menguasai 47,20% suara. Kemudian untuk perolehan suara KAM pada Pemira USU 2020 hari ketiga tetap di dominasi oleh KAM Rabbani:

  • KAM Madani: 12,28%
  • KAM Rabbani: 44,49%
  • KAM Perubahan: 26,28%
  • KAM Bhinneka: 13,19%
  • KAM Reformasi: 3,16%

Gina, salah satu mahasiswa yang mengikuti Pemira pada hari kedua berharap kepada pasangan yang terpilih nanti benar-benar mampu merasakan keresahan mahasiswa dan dapat menjadi jembatan suara mahasiswa ke pihak Rektorat.

“Semoga siapapun yang menang akan mewujudkan janji-janjinya dan terutama mampu menjalankan perannya sebagai jembatan suara mahasiswa ke pihak Rektorat. Karena sudah banyak keresahan yang tidak terdengar oleh Rektorat selama masa pandemi ini,” ujar Gina.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment