Hits: 35
Widya Tri Utami
Pijar, Medan. Di tengah pandemi, Wikilead.id berdiri membangun kebangkitan literasi Indonesia. Misi tersebut diawali dengan suatu Bincang Literasi bertemakan “Tantangan dan Kreasi Literasi di Era Pandemi” yang diadakan pada Sabtu (31/10), pukul 09.00-11.00 WIB melalui Zoom Meeting.
Bincang Literasi hadir untuk menyambung dan menyatukan semua pegiat dan pejuang literasi di seluruh Indonesia. Tujuan utamanya adalah membangkitkan semangat literasi di Indonesia dengan program-program inklusif, aksesibel, dan akuntabel.
Acara ini mengundang beberapa pembicara yakni Mega Pattiasina selaku GM Heka Leka, Suhardi Aras selaku Pendiri Rumah Kata Sorong, dan Fajri Alfalah selaku Wakil Ketua Yayasan Taman Baca Inovator. Ketiga pembicara ini diketahui aktif memperjuangkan literasi khususnya untuk anak-anak Indonesia.
Seperti yang dipaparkan ketika kuis berlangsung, Indonesia memiliki perbandingan minat baca sebesar 1:1000 menurut hasil penelitian UNESCO. Suhardi menambahkan bahwa beberapa hal seperti terbatasnya akses dan harga buku serta ongkos kirim yang mahal dapat menjadi penyebab dari keterpurukan literasi di Indonesia.

Dimasuki dengan pandemi Covid-19 saat ini, yang mengejutkan segala sektor tak terkecuali bagi para penggagas-penggagas literasi Indonesia. Hal ini pun menjadi tantangan tersendiri bagi para pembicara untuk tetap dapat memberikan kontribusinya meskipun terbatas di tengah pandemi. Namun, Mega menilai bahwa peluang literasi Indonesia di masa pandemi justru membuka akses untuk mendapatkan lebih banyak kegiatan yang berkualitas. Salah satunya, menyediakan sebanyak mungkin sumber bacaan yang bisa diakses secara online.
Gerakan membangun literasi di Indonesia tidak boleh terhenti karena pandemi. Di era digital, pemuda seharusnya mampu memanfaatkan media tersebut dengan membuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Kolaborasi bersama individu ataupun komunitas lainnya akan lebih baik untuk dilakukan. “Jangan fokus ke masalah, fokus ke apa yang ingin dibuat. Mulai dari hal kecil karena butuh banyak energi untuk membangun literasi, karena jalannya panjang,” pesan Fajri.
Rachmadea Aisyah selaku Ketua Umum Wikilead.id, berharap dengan bincang-bincang tersebut komunitas dan individu lainnya yang berada di bidang literasi dapat berkerjasama dan berbagi untuk pengembangan diri komunitas-komunitas literasi di seluruh Indonesia walau di masa pandemi. “Ke depannya, kami akan terus membangun kerja sama. Menyatukan kekuatan dan sumber daya seperti ini adalah kunci dari kesuksesan literasi yang menyeluruh di Nusantara,” harapnya.
(Editor: Erizki Maulida Lubis)

