Hazlina Ganif Sihotang

Padang, Pijar. Memang tak ada habisnya bila mengulas tentang kuliner khas dari Nusantara. Dapat dikatakan setiap daerah di Indonesia memiliki beraneka ragam makanan khasnya masing-masing. Salah satunya adalah provinsi Sumatera Barat, yang merupakan asal lahirnya kuliner-kuliner yang telah dikenal sampai ke kancah dunia. Kali ini mari berkenalan dengan salah satu jajanan yang juga berasal dari daerah yaitu pisang kapik.

Seperti namanya, pisang kapik merupakan jajanan dari buah pisang yang berbentuk gepeng. Kata kapik sendiri berarti kepit, di mana dalam proses penyajiannya buah pisang yang merupakan bahan utama dari jajanan ini akan dikepit dengan suatu alat penjepit yang membuatnya menjadi pipih dan melebar.

Pisang kapik sendiri sangat mudah di temui di kota-kota yang ada di Sumatera Barat, seperti Kota Bukittinggi, Padang Panjang, juga Kota Padang. Bahkan rasanya tidak afdal bila tak mencicipi pisang kapik bila sedang mengunjungi kota-kota tersebut.

Adapun penyajian dari pisang kapik ini adalah dengan cara dipanggang di atas bara dari tempurung. Pisang yang sering digunakan adalah pisang kepok, pisang batu, dan pisang gabu. Buah pisang yang akan di bakar dikupas terlebih dahulu lalu diletakkan di atas panggangan.

Ibu Pat, seorang penjual pisang kapik di pinggiran Pantai Muara Padang, Kota Padang mengatakan bahwa dapat menggunakan pisang apa saja untuk membuat pisang kapik, “Kalau mau buat ini di rumah bisa pakai pisang apa saja, ndak harus pisang batu kok, yang penting pisangnya agak tua agar rasanya lebih enak dan manis”

Tak harus menunggu lama, pisang sudah bisa diangkat dari panggangan sampai pisang berwarna kekuningan dan sedikit meninggalkan bekas hitam dari panggangan. Proses memanggang ini sendiri bertujuan untuk menghasilkan aroma khas pisang bakar dan rasa legit dari buah pisang itu sendiri.

Setelah dipanggang, pisang dibaluri mentega terlebih dahulu sebelum dikepit atau dijepit dengan suatu alat yang biasanya terbuat dari kayu berbentuk seperti talenan kembar yang memiliki dua bagian yang serupa dan dihubungkan dengan engsel. Pisang yang telah di kepit tadi akan menjadi bulat dan gepeng.

Pisang kapik biasanya akan diberi tambahan topping, demi menambah cita rasa. Jajanan ini sendiri punya topping andalannya sediri yaitu Luo atau kelapa yang dimasak dengan gula merah. Rasa gurih dari kelapa dan manisnya gula merah yang khas akan menambah kenikmatan dari jajanan tradisional satu ini.

Walaupun terkesan kuno, akan tetapi pisang kapik tetap jadi jajanan yang disukai berbagai kalangan masyarakat dan selalu menjadi incaran kuliner dari wisatawan-wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat. Bahkan tidak sedikit yang memesannya dalam jumlah yang sangat banyak untuk santapan dalam berbagai acara. “Sekarang lah banyak macam topping yang bisa dikasih diatas pisang kapik, seperti keju atau coklat, karena anak-anak muda suka” ungkap bu Pat.

Jajanan fenomenal ini sendiri dapat dinikmati hanya dengan mengeluarkan uang sekitar 7 sampai dengan 8 ribu rupiah saja. Sangat terjangkau bukan?

(Editor: Muhammad Farhan)

Leave a comment