Hesmitha Eunike

Pijar, Pekanbaru. Kondisi yang serba terbatas akibat adanya pandemi tidak menyurutkan semangat Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Bahana Mahasiswa Universitas Riau untuk menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional. Ini merupakan kali keempat diadakannya Kelas Jurnalisme Sastrawi (Kenal Sastrawi). Bertempat di Pekanbaru, tepatnya di Whiz Hotel, kegiatan ini berlangsung dari 17-19 November 2020. Dengan pemateri yang memiliki latar belakang di bidang kepenulisan, acara ini berlangsung dengan lancar. Perlu diketahui, tahun ini Kenal Sastrawi IV menghadirkan Andreas Harsono (Pendiri Yayasan Pantau) dan Made Ali (koordinator Jikalahari) sebagai pemateri.

Kenal Sastrawi IV dimulai pada Selasa (17/11) diawali dengan pembukaan oleh Moderator, selanjutnya kata pembuka dari ketua pelaksana, serta kata sambutan oleh Staff Wakil Rektor III Universitas Riau, sekaligus menandakan kegiatan ini resmi dibuka. Tema yang diusung adalah “Bernarasi di Negeri Melayu”, di mana dalam penyelenggaraan Jurnalisme Sastrawi ini para peserta mendapatkan materi seputar feature maupun narasi. Penyebutan Negeri Melayu merujuk kepada kota Pekanbaru sebagai Home Line of  Melayu.

Reva Dina Asri, selaku ketua pelaksana mengemukakan bahwa pihak panitia sudah melakukan perombakan konsep berkali-kali dalam persiapan kegiatan ini. “Perancangan dan pembentukan panitia sudah mulai dilaksanakan pada bulan Maret lalu. Sayangnya, pandemi Covid-19 semakin meluas dan keluarlah surat edaran rektor bahwa tidak boleh melakukan kegiatan di kampus, yang akhirnya berdampak juga kepada kru Bahana,” ungkapnya.

Reva juga menambahkan ada banyak sekali ide dan perubahan hingga akhirnya dicapai sebuah keputusan bahwa Kenal Sastrawi tetap dilakukan secara offline dengan peserta sangat terbatas, yang hanya berdomisili di Riau.

Dalam mempersiapkan kegiatan ini, sangat terasa bahwa pergerakan serba terbatas dan tidak leluasa karena situasi pandemi. Tetapi Reva mengungkapkan bahwa pada akhirnya peserta dapat terpenuhi. Peserta yang mengikuti kegiatan ini antara lain berasal dari Pers Mahasiswa Pijar USU, LPM Sumber Post UIN Ar-Raniry, LPM Aklamasi, LPM Gagasan UIN Suska Riau dan LPM Visi.

Andreas Hartono, yang merupakan pemateri hari pertama Kenal Sastrawi IV memberikan materi mengenai pengenalan seputar tulisan feature melalui Zoom meeting. Beliau juga memberikan tips penting untuk menulis feature yang menarik, diantaranya ada kebaharuan, mengangkat hal yang menarik perhatian banyak orang, ada dialog, dan alinea harus berirama atau tidak monoton. Lead yang menarik juga penting, agar orang lain merasa terkesan saat membaca sebuah tulisan feature.

"Suasana saat pembekalan materi mengenai feature oleh pemateri." Fotografer: Hesmitha Eunike
Suasana saat pembekalan materi mengenai feature oleh pemateri. Fotografer: Hesmitha Eunike

Tentunya ada hal yang berbeda dalam Kenal Jurnalisme IV dengan tahun sebelumnya. “Tahun lalu itu kami adakan selama tujuh hari, dua pemateri masing-masing 3 hari dan menginap. Peserta juga datang dari berbagai LPM se-Indonesia. Sedangkan tahun ini hanya 3 hari dan peserta juga kita batasi yaitu domisili Riau saja”, kata Ambar Alyanada yang merupakan Pimpinan Umum LPM Bahana Mahasiswa.

“Sesuai dengan namanya, Kelas Jurnalisme Sastrawi (Kenal Sastrawi), pengambilan kata kenal bukan semata-mata karena akronim dari kelas jurnalisme, ada makna lain yang dimaksudkan supaya LPM di Indonesia bisa saling mengenal, itu tujuan utamanya penyelenggaraan acara ini. Semoga teman-teman LPM se-Indonesia tidak mundur dan tetap aktif”, tutup Reva.

Para peserta yang mengikuti PJTLN ini juga sangat antusias, salah satunya Uswatul Farida. Uswatul merupakan peserta dari LPM Sumber Post, di mana ia mengatakan “dengan adanya kegiatan ini, saya mendapat teman baru serta ilmu yang baru dan ilmu tersebut tidak boleh disia-siakan,” ujarnya.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment