Nurrafiqa

Pijar, Medan. Komite Konvensi Rakyat mengadakan Debat Publik Calon Presiden Republik Indonesia Konvensi Rakyat 2014. Acara debat publik ini diselenggarakan di gedung Medan Internasional Convention Centre (MICC) pada hari Minggu (19/01). Acara dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 01.00 WIB. Acara tersebut terkesan meriah dengan dihadiri oleh banyak pengunjung. Tema yang diangkat pada debat publik tersebut adalah mengenai penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Rencana perbaikan dan prasyarat yang dibutuhkan juga menjadi topik hangat yang diperdebatkan. Debat publik ini menghadirkan 7 calon presiden Republik Indonesia, diantaranya Dr.Rizal Ramli, Yusril Ihza Mahendra, Prof.Sofyan S. Siregar, Ir.Isran Noor, Ricky Sutanto, Tony Ardie dan Anni Iwasaki.

Komite Konvensi Rakyat mengadakan Debat Publik Calon Presiden Republik Indonesia Konvensi Rakyat 2014. Acara debat publik ini diselenggarakan di gedung Medan Internasional Convention Centre (MICC) pada hari Minggu (19/01). | Foto : M. Zahrawi

Debat Publik ini dibuka dengan kata sambutan oleh Salahuddin Wahid selaku Ketua Komite Konvensi Rakyat. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari ketujuh calon presiden, menyampaikan visi/misi mereka masing-masing mengenai tema utama debat publik ini untuk segmen pertama. Pada segmen kedua, para panelis berkesempatan untuk bertanya kepada seluruh calon Presiden yang hadir tersebut. Di sela-sela acara, tampak masing-masing pendukung Capres dengan semangat meneriakkan yel-yel khas mereka. Pendukung Ir.Isran Noor tampak mendominasi pada acara ini. Hal tersebut dapat terlihat dari kaos yang mereka kenakan.

“Acara debat publik ini dibuat dengan tujuan untuk memunculkan Capres alternatif bagi masyarakat serta mengenal dan mengetahui bagaimana Capres RI 2014 ini,” tutur Iqbal, salah satu panitia. Sedangkan para hadirin mengaku bahwa mereka datang untuk melihat bagaimana calon presiden yang akan memimpin mereka di masa mendatang agar mereka tidak salah dalam memilih presiden.

Sebelumnya, acara ini sudah terlebih dahulu dilangsungkan di kota Surabaya. Kota Medan sendiri merupakan kota kedua tempat berlangsungnya acara ini. Acara debat publik ini dapat terselenggara di Kota Medan berkat adanya kerjasama antara Komite Konvensi Rakyat dan panitia lokal P2KP FISIP USU. Selanjutnya acara debat publik ini akan dilangsungkan di Kota Samarinda dan diikuti oleh beberapa kota lainnya seperti Bandung, Makassar dan Jakarta.

Leave a comment