Widya Tri Utami

Pijar, Medan. Bakti Budaya Djarum Foundation bersama Indonesia Kita mempersembahkan “Nonton Teater di Rumah Aja” yang diadakan pada Sabtu dan Minggu, (30-31/05) pukul 15.00 WIB melalui siaran langsung dari kanal Youtube IndonesiaKaya. Seni pertunjukan yang disiarkan kali ini bertajuk “Sinden Repoeblik”.

Menghadirkan pertunjukan seni secara daring, Indonesia Kita ingin agar para penikmat seni tetap dapat menonton pertunjukan seni meskipun di tengah masa pembatasan sosial di rumah. Hal ini juga sebagai bentuk dukungan untuk para pekerja seni panggung yang kehilangan penghasilan utamanya dikarenakan banyaknya pertunjukan seni panggung yang dibatalkan akibat pandemi COVID-19.

Indonesia Kita berinisiatif untuk membeli hak tayang populer terpilih, yang mana hasilnya akan dikembalikan oleh masing-masing kelompok kepada para pekerja di belakang panggung yang terlibat dalam setiap pertunjukkan yang disiarkan, diprioritaskan untuk para pekerja belakang panggung yang menjadikan seni pertunjukan sebagai sumber penghasilan utamanya. Sehingga, tayangan ini bersifat dokumentasi atau merupakan rekaman langsung dari pertunjukan panggung.

Sinden Repoeblik sendiri mengisahkan obsesi Sinden Sepuh yang ingin menemukan seorang sinden yang konon kabarnya memiliki rajah di punggungnya. Rajah di punggung sinden itu adalah jejak sejarah yang ditorehkan para pemimpin bangsa ini. Saat mencari sinden itulah, perlahan-lahan banyak hal terkuak dan terbuka, menyangkut sejarah yang selama ini ditutup-tutupi.

Seni pertunjukan ini sudah pernah dipentaskan pada 2015 lalu di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Karya seni ini disutradarai oleh Sujiwo Tejo dengan tim kreatifnya yakni Butet Kartaredjasa, Agus Noor, dan Djaduk Ferianto. Musiknya ditata oleh Bintang Indrianto dan tariannya dikemas oleh Ajeng Soelaeman.

“Lakon ini tak hanya merefleksikan persoalan dunia sinden, tetapi juga merefleksikan bermacam persoalan hari ini. Sinden adalah kunci, untuk merefleksikan banyak persoalan berbangsa dan bernegara, itu yang sering dilupakan orang,” ungkap Sujiwo Tejo pada lama indonesiakaya.com.

Setiap penyanyi, memainkan lakon dengan gaya musikalnya masing-masing, beradu teknik menyanyi dengan berbasis pada tradisi yang dikolaborasikan dengan komedi-komedi kocak yang penuh spontanitas dan dialog-dialog yang nyelentik. Kolaborasi ini mempadukan para penyanyi sinden dan komedian-komedian senior Tanah Air.

Dihadirkan pula sosok Megan Collen O’Donoghue, perempuan asal Negeri Paman Sam yang turut menunjukkan kemampuan menyindennya. Pelakon lain yang ikut memeriahkan seni pertunjukan ini ialah Soimah, Endah Laras, Sruti Respati, Rita Tila, Kelompok Sahita, Butet Kartaredjasa, Miing Bagito, Cak Lontong, Trio GAM dan Akbar.

“Terima kasih para sinden Indonesia sudah menginspirasi saya. Saya jadi bisa belajar tentang budaya Indonesia. Terus semangat para sinden, stay strong and healthy,” komen Lady Mayra pada kolom live chat.

(Redaktur Tulisan: Intan Sari)

Leave a comment