Hits: 10
Widya Tri Utami
Pijar, Medan. Alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) berkolaborasi dengan Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) Nasional mengadakan “Ngabuburit Online Bareng Alumni PBSB”. Acara ini mengangkat tema “Self Development: A Guide to Create a Life Plan” yang diadakan pada Sabtu, (16/05) pukul 15.30-17.00 WIB melalui aplikasi Zoom dan siaran langsung Youtube dengan kanal CSSMoRA Nasional.
Ngabuburit online dengan tema “Self Development: A Guide to Create a Life Plan” ini merupakan salah satu dari beberapa rangkaian ngabuburit online yang telah diadakan sejak bulan April lalu.
PBSB sendiri adalah sebuah program beasiswa kuliah S1 dari Kementrian Agama Republik Indonesia yang dikhususkan kepada santri dari pondok pesantren di seluruh Indonesia. Selain memfasilitasi santri agar masuk ke kampus favorit, program ini juga dimaksudkan agar dapat “Mengubah Takdir Bangsa di Tahun 2025”.
Acara ini mengundang pembicara Mhd Handika Surbakti yang merupakan Alumni PBSB UIN Surabaya, Founder of UINSA Student Forum, dan Co-Founder of Medan Youth Forum, dan bertujuan untuk mengenalkan alumni PBSB kepada khalayak luas serta wadah untuk berbagi pengalaman dan membantu para peserta khususnya yang memiliki keinginan kuat dalam mencapai tujuan hidupnya.
Pada pemaparan materinya, Handika menjelaskan tentang tiga poin penting, yakni alasan perlunya membuat life plan, bagaimana cara membuat life plan, dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat life plan. Ia juga mengatakan bahwa orang-orang yang memiliki life plan adalah orang-orang yang lebih fokus pada tujuan yang ingin dicapai.
“Generasi kita itu memang pokoknya enggak ingin ketinggalan. Akhirnya apa, karena tidak ingin ketinggalan itu kita merasa takut ketinggalan informasi, merasa takut tidak update dan itu ada pengaruh pada kehidupan sehari-hari. Jadi kita lebih ambisius, tapi ambisius yang kurang terarah. Di sisi lain kita juga terkena sindrom yang disebut YOLO (You Only Live Once). Jadi, generasi kita itu disibukkan dengan hidup hanya untuk hari ini,” papar Handika dalam materinya.
Selain pemaparan materi, dilakukan pula sesi tanya jawab dengan dipandu oleh moderator, Amatullah, yang juga merupakan Alumni PBSB UPI dari Departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Para peserta juga diberikan tantangan untuk membuat resume dari materi yang telah dipaparkan untuk diunggah di akun sosial media pribadi, yang mana dua resume terbaik akan mendapatkan buku dari pembicara yang sudah direkomendasikan saat materi berlangsung.

Sumber Foto: Live Chat via Zoom
“Semoga teman-teman peserta dapat mengambil banyak manfaat dari materi yang sudah disampaikan. Tidak hanya untuk diri sendiri, tapi harapannya bisa dibagikan ke orang lain yang mungkin belum berkesempatan mengikuti acara tadi,” harap Mizan, selaku panitia acara.
Redakur Tulisan: Hidayat Sikumbang

