Hits: 52

Jenni Sihombing

Pijar, Medan. Dua tahun lamanya pandemi Covid-19 melanda. Selama itu pula proses perkuliahan dilaksanakan secara daring. Sebelumnya, Universitas Sumatera Utara sudah beberapa kali mengeluarkan surat edaran terkait proses perkuliahan secara hybrid maupun tatap muka terbatas. Namun, keberadaan Covid-19 yang tak kunjung usai menyebabkan rencana pembelajaran luring senantiasa tertunda.

Tahun ini Universitas Sumatera Utara resmi melaksanakan proses perkuliahan secara luring penuh pada tahun ajaran 2022/2023. Hal ini tentu disambut penuh antusias dari mahasiswa Universitas Sumatera Utara terkhusus mereka yang sebelumnya tidak pernah merasakan perkuliahan secara tatap muka.

Salah satu mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan angkatan 2022 bernama Dewi Juliana menyatakan bahwa dirinya merasa senang dengan perkuliahan luring. Menurutnya, mahasiswa dapat lebih mengerti materi pembelajaran yang disampaikan oleh dosen. Selain itu, mahasiswa juga dapat memanfaatkan perpustakaan dan berdiskusi langsung dengan teman-teman.

kuliah luring- mediapijar.com
Suasana mahasiswa duduk di koridor fisip usu pada siang hari. (Fotografer : Zikri Auliana)

“Menurut saya kuliah luring lebih efekif dari pada daring. Banyak kegiatan yang bisa kita lakukan saat kuliah luring. Sebagai contoh sederhananya dapat bertemu dengan dosen secara langsung, pergi ke perpustakaan kampus, dan berdiskusi dengan teman-teman,” tutur Dewi.

Meskipun begitu, perkuliahan yang dilaksanakan tatap muka ternyata terdapat beberapa kendala yang lebih dirasakan mahasiswa angkatan 2020 hingga 2022 sebab mengalami kesulitan dari berubahnya sistem perkuliahan.

Perbedaan dari berubahnya sistem perkuliahan mengalami transisi dari daring ke luring. Pada perkuliahan daring, mahasiswa hanya perlu menekan link untuk dapat mengikuti proses belajar mengajar. Sedangkan pembelajaran luring, mengharuskan mahasiswa mencari kelas yang berbeda setiap pergantian mata kuliah. Tak jarang banyak mahasiswa yang kebingungan mencari kelas untuk mengikuti perkuliahan.

Hal ini jugalah yang terjadi pada Leo Pakpahan mahasiswa Ilmu Politik USU angkatan 2020. Kesulitan yang dialaminya saat mencari ruangan kelas membuat perkuliahan berjalan kurang efisien.

“Kuliah luring yang dilaksanakan sekarang tidak terlalu efisien karena kadang sulit cari ruangan dan fasilitas,” jelas Leo.

Tambahnya lagi selain kesulitan mencari ruangan kelas, kurangnya fasilitas seperti pendingin ruangan yang rusak serta daya tampung kelas yang terbatas menyebabkan proses pembelajaran berjalan kurang efektif.

(Redaktur Tulisan: Naomi Adisty)

Leave a comment