Hits: 219

Nadya Divariz/Savira Dina

Pijar, Medan. Bicara tentang bakso, siapa sih orang yang tidak pernah makan bakso di Kota Medan ini? Tentu banyak orang pernah makan bakso, baik bakso yang dijual oleh pedagang kaki lima hingga gerai-gerai bakso di Mall mewah sekalipun. Bakso sendiri sebenarnya adalah sejenis bola daging yang dibuat dengan mencampurkan daging sapi atau daging ayam giling dengan tepung tapioka. Setelah dicampur dan diaduk rata, adonan ini dibuat berbentuk seperti bola dan direbus di air mendidih. Bakso biasa disajikan panas-panas dengan kuah kaldu bening yang tidak lupa diberi pelengkap pendamping bakso lainnya, seperti mie, tahu, kerupuk, ataupun bawang goreng. Lalu apa jadinya jika kuah kaldu bening yang biasa kita makan pada bakso digantikan dengan kuah soto?

Tidak seperti pedagang lainnya yang menjual bakso dengan kuah kaldu bening seperti yang kita ketahui, sebuah kedai sederhana di Jalan Pimpinan menjual bakso dengan kuah soto. Menu ini sendiri sudah diperkenalkan sejak 2004 silam. Berawal dari keinginan untuk menjual sesuatu yang baru, namun tetap bisa dinikmati setiap kalangan. Pemilik mencoba mengubah kuah bakso yang pada umumnya berupa kaldu menjadi kuah soto khas Surabaya. Ide ini juga tercetus karena melihat latar belakang dari suami pemilik yang berasal dari Kota Surabaya.

Perlu diketahui bahwa tidak semua soto memiliki rasa serta varian seperti Soto Medan yang kuahnya kental karena santan. Ada beberapa kota yang justru memiliki varian kuah soto dengan rasa yang lebih ringan dari Soto Medan, karena tidak memakai santan dalam penyajian kuahnya. Dalam kuliner ini, soto yang digunakan adalah soto khas Surabaya.

Dalam sehari kedai ini bisa menjual setidaknya sekitar 200 – 300 porsi bakso soto. Sesuai dengan tempatnya yang kebetulan dekat dengan sekolah dan juga salah satu kampus negeri yang ada di Kota Medan,  pelanggannya pun didominasi oleh pelajar dan mahasiswa yang mengenyam pendidikan atau bertempat tinggal di daerah tersebut. Untuk harga bakso soto ini cukup merakyat di kantong pelajar dan mahasiswa, dimana satu porsi bakso ini hanya dibandrol seharga Rp 7000,- saja.

Tentu saja hal ini bukanlah tanpa perjuangan yang panjang karena menurut penuturan pemilik, kedai ini sendiri sudah mengalami beberapa kali fase pindah tempat. Berawal dari menjadi pedagang keliling yang nongkrong di beberapa tempat, hingga sekarang sudah berbentuk kedai walau masih sederhana.

Bicara tentang rasa, tentu bakso soto ini memiliki rasa yang khas. Dengan wangi kuah soto yang menggugah selera dan disajikan dalam keadaan hangat. Bakso soto ini juga sudah memiliki rasa soto yang khas meskipun belum dicampur dengan pelengkap seperti kecap ataupun saus. Rasa soto yang khas diperkuat lagi dengan jeruk nipis sebagai penambah cita rasa dari kuliner satu ini. Jangan khawatir, karena rasa bakso soto ini cocok untuk lidah dan sama sekali tidak merubah rasa khas bakso itu sendiri.

Memang masih banyak varian bakso lainnya yang mulai bermunculan saat ini. Tapi bakso soto ini sendiri tentunya bisa masuk ke dalam list para penggemar bakso. Silahkan mencoba!

(Redaktur Tulisan: Maya Andani)

Leave a comment