Grace Kolin

Pijar, Medan. Kamis (26/1) Diskusi interaktif bertajuk “Badan Siber Nasional, Perlukah? Menjaga Stabilitas Negara atau Peredam Kritik?” dengan peserta diskusi 110 orang yang terdiri dari siswa SMA, mahasiswa, serta dosen digelar di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P). Diskusi ini dimulai pukul 14.00 WIB dan dipandu oleh moderator Fakhrur Rozi, S. Sos, M. I.Kom dengan empat pembicara yang berkompeten diantaranya, AKBP Febriansyah, S. IK (Kasat Reskrim Polresta Medan), Dr. Bachrul Khair Amal, M.Si (Sosiolog), Dr. Dedi Sahputra (Redaktur Opini Harian Waspada), dan Drs. MHD Fitriyus, M. SP (Kadis Kominfo Sumut).

Diskusi ini mengupas tentang perdebatan eksistensi Badan Siber Nasional dalam melindungi kepentingan nasional. Diskusi ini juga hadir dalam rangka menjawab kekhawatiran kaum intelektual terhadap informasi hoax yang beredar dan meresahkan masyarakat.

“Sebenarnya sih, tujuannya literasi media sosial. Cuman karena memang isu cyber nasional lagi bagus kita angkat isunya ini gitu.” Ujar Fadli selaku Ketua Panitia. Fadli berharap dengan adanya diskusi ini, peserta dapat mengurangi informasi hoax. “Informasi hoax itu udah jelas mengganggu. Contoh macam kemaren, Habibie meninggal, Olga meninggal (sebelum meninggal), membuat kita terkejut, nyari-nyari. Mudah-mudahan dengan dibuat ini, kawan-kawan yang ikut diskusi hari ini lebih pinter, lebih check & recheck lha gitu dalam milih berita”.

 “Jadi soal, apakah kemudian ini kita perlukan atau tidak, pada prinsipnya adalah sudah terlalu banyak badan dan dari narasumber yang sudah menjelaskan tadi sebenarnya pada hal-hal tertentu penting. Tapi yang paling tidak bisa diterima adalah kemudian karya ilmiah juga harus menjadi salah satu hal yang akan terus disoroti sebagai bentuk kejahatan saat melakukan penelitian atau karya ilmiah” pernyataan Fakhrur Rozi sekaligus menutup diskusi interaktif yang berlangsung selama tiga jam tersebut. Kegiatan diskusi berakhir pukul lima sore dengan kesimpulan bahwa Badan Siber Nasional belum terlalu dibutuhkan untuk saat ini.

Leave a comment