Grace Kolin

Pijar, Medan. Kamis (01/12) Pers Mahasiswa Suara USU menggelar kegiatan talkshow Salam Ulos bertajuk “Mengenal Dunia dengan Menjelajah”. Acara yang bertempatkan di Gedung Aula Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) ini dimulai pukul 15.55 WIB. Dengan empat narasumber yang berasal dari latar belakang travel blogger, travel writer dan reporter TV swasta diundang untuk menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut, diantaranya adalah Trinity, Fatris MF, Andika Bakti, dan Eka Dalanta.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Pers Mahasiswa Suara USU mengusung Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) sebagai konsep kegiatan Salam Ulos. Namun tahun ini, lembaga pers mahasiswa yang telah berusia 21 tahun ini berani mencoba konsep kegiatan berbeda dari  sebelumnya.

“Karena kalau tahun lalu kan, bentuknya pelatihan jurnalistik. Nah itu cuman diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa Pers Mahasiswa se-Indonesia. Kalau tahun ini, kenapa kita konsepnya beda jadi talkshow, biar  semua orang itu tahu talkshow Salam Ulos. Khususnya para penggiat travelling bisa ikut dalam talkshow Salam Ulos tahun ini,” kata Nurzamaya Hardika Putri selaku seketaris panitia Talkshow Salam Ulos 2016.

Lewat kegiatan ini pula, Pers Mahasiswa Suara USU ingin mengajak orang menulis kembali. Selain itu, untuk anak-anak muda, khususnya para pecinta traveling bisa mendokumentasikan kegiatan jalan-jalan mereka lewat foto dan video.

Talkshow Salam Ulos 2016 terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama untuk narasumber Trinity dan Fatris MF, dan sesi kedua untuk narasumber Andika Bakti, dan Eka Dalanta. Keempat narasumber masing-masing memaparkan pengalaman menariknya ketika menjelajahi negara di berbagai belahan dunia. Seperti Trinity, seorang travel writer yang telah menulis tujuh edisi buku The Naked Traveller dan juga telah mengunjungi 79 negara di dunia. Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro kelahiran Sukabumi ini mengawali karirnya sebagai travel writer sejak tahun 2005. Ia mulai rajin menuliskan kisah perjalannnya di blogspot hingga menerbitkan kisah perjalannya sendiri dalam tujuh buku travel di toko buku.

Fatris MF, Trinity dan Tantry Ika Adriati (dari kiri) membahas tentang travel writing di Talkshow Salam Ulos 2016 (01/12). (Fotografer : Grace Kolin)
Fatris MF, Trinity dan Tantry Ika Adriati (dari kiri) membahas tentang travel writing di Talkshow Salam Ulos 2016 (01/12).
(Fotografer : Grace Kolin)

“Menulis dan jalan-jalan itu hobi saya banget,” ucap Trinity. Dari situ, Ia memperoleh  penghasilan lewat sponsor dan menulis buku. Sebagai tukang jalan-jalan, Trinity lebih suka menuliskan pengalamannya ketimbang menuliskan tempat atau how to get that seperti guide book.

Kemudian, ketika pertanyaan mulai bergulir ke Fatris MF, Fatris menceritakan pengalaman jalan-jalannya dengan serius. Sesekali Fatris berpikir keras sehingga membuat peserta talkshow tertawa. Alumni Sastra Inggris Universitas Andalas ini menekuni profesi sebagai travel writer sejak tahun 2009 dan mulai menulis dan mengirimkan foto-foto perjalanannya ke media massa seperti Tempo, Republika dan Destin Asia Indonesia.

“Ketika anda ingin mau jadi travel writer, berjalanlah. Saya kira itu untuk memanusiakan kita. Ketika kita berjalan anda akan tahu, apa yang diberikan perjalanan untuk diri anda,” kata Fatris.

Sesi kedua, peserta Talkshow Salam Ulos 2016 mendapatkan materi selanjutnya dari kedua narasumber yang sama-sama merupakan alumni dari Pers Mahasiswa Suara USU, Andika Bakti, Reporter Metro TV dan Eka Dalanta, penulis kemanaaja.com.

Eka menceritakan perjalanan karirnya sebagai seorang travel writer di kemanaaja.com bersama tiga orang travel mate yang kompak menemaninya jalan-jalan, minimal dua kali dalam setahun. Kemudian dilanjutkan dengan materi video travelling oleh Andika. Dengan bantuan slide dan contoh video hasil dokumentasinya, Andika memaparkan tips-tips jitu bagaimana membuat video perjalanan yang menarik kepada peserta.

“Jadi kita untuk travelling itu bukan asal-asalan saja. Kita itu betul-betul harus ada persiapan. Jadi ternyata ada aturan-aturan tertentu dalam travelling, tapi tidak ketat. Dan juga travelling itu juga diiringi dengan video dan foto, jadi momen-momen travelling-nya juga dapat,” ujar Amanda Sianturi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU 2014 ketika ditanya tanggapannya mengenai kegiatan Talkshow Salam Ulos 2016.

Leave a comment