Hits: 34

Chikita Putri Liani

Pijar, Medan. Selasa (25/10) Horas, Mejuah-juah, Njuah-juah. Untuk ketiga kalinya Jong Bataks Art Festival kembali digelar. Acara ini dimulai pukul 15.00 WIB di Taman Budaya Sumatera Utara. Kegiatan ini merupakan sebuah pagelaran Budaya Batak yang dirangkai dengan seni budaya musik, tari, rupa, film, teater, seminar (diskusi), dan pameran produk kreatif lokal. Jong Bataks Art Festival mengusung konsep “Ritual Topeng Batak Sebagai Kekayaan Nasionalisme Bangsa”. Acara yang diselenggarakan oleh Rumah Karya Indonesia yang didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif ini digelar pada tanggal 25-28 Oktober 2016. Dengan menampilkan kolaborasi Seni Topeng dari Sub-etnik Batak seperti Toba, Karo, Angkola, Mandailing, Simalungun, dan Pakpak.

Festival ini dibuka secara resmi oleh Sape Mangiring Papuan Sirait selaku Direktur Pasar Dalam Negeri, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia. Masyarakat luas dapat menikmati sajian, seperti pameran seni rupa, pameran kuliner, pemutaran film, pertunjukkan teater, hingga lomba seni untuk tingkat pelajar selama 4 hari. Sekitar 48 komunitas budaya dan seni serta puluhan siswa yang berasal dari beberapa sekolah di Sumatera Utara turut berkontribusi dalam menyukseskan acara ini.

Jongs Bataks Art Festival ketiga resmi dibuka dengan pemukulan Gondang oleh perwakilan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sape Mangiring Papuan Sirait di Taman Budaya Sumatera Utara, Medan.
Jongs Bataks Art Festival ketiga resmi dibuka dengan pemukulan Gondang oleh perwakilan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sape Mangiring Papuan Sirait di Taman Budaya Sumatera Utara, Medan. Fotografer : Reza Andika Putra

Sape Mangiring selaku perwakilan dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia menjelaskan bahwa festival ini bertujuan untuk membangun mental pemuda Indonesia berkarakter Pancasila, menumbuhkan semangat nasionalisme, serta mengangkat kembali keragaman seni tradisional. Tahun ini Jong Bataks Art Festival khusus mengangkat konsep Ritual Topeng Batak. Konsep tersebut dipilih dengan alasan Seni Topeng Batak sudah nyaris dilupakan. Maka dari itu, diharapkan seni pertunjukkan ini dapat menggugah kembali semangat pemuda dalam mengenal akar kebudayaannya.

“Kita sebagai generasi bangsa harus lebih mengapresiasi karya seni tradisional, kalau bisa bukan hanya karya seni yang berasal dari Batak, namun juga karya seni yang berasal dari seluruh Indonesia,” ujar Dinda salah satu siswi SMA Dharmawangsa yang hadir untuk melihat festival ini. Jong Bataks Art Festival menjadi sebuah acara yang memiliki potensi bagus sebagai ajang generasi muda melahirkan gagasan-gagasan berbasis ekonomi kreatif dan tetap mempertahankan tradisi leluhur. Rumah Karya Indonesia bertekad agar para pemuda dapat memaknai, merawat, dan menghidupkan tradisi melalui kreativitas karya seni.

Leave a comment