Mengolah Rasa Lewat Foto

Hits: 13

Grace Kolin

Pijar, Medan. UKM Fotografi USU kembali mempersembahkan acara pameran foto tahunan di depan pelataran gedung Wisma USU pada tanggal 14-15 September 2016. Pameran foto bertajuk “Rasa” ini dihelat dalam rangka memamerkan hasil foto anggota UKM Fotografi USU angkatan ke-9. Sejak pukul 11 siang, pengunjung acara yang berasal dari kalangan mahasiswa maupun kalangan anak sekolah sudah datang. Sebelum masuk, para pengunjung harus melakukan registrasi kemudian mengambil potongan kertas origami, yang nantinya akan dijepitkan sebagai kertas komentar di beberapa utas tali yang dipasang di dekat photobooth. Acara ini secara resmi dibuka pada jam 12 siang, diiringi dengan pemotongan pita dan pelepasan balon aneka warna.

Ada sekitar 84 foto yang dipajang di dalam pameran tersebut. Mulai dari foto-foto human interest, monochrome, makro, slow speed, animal, still life, silhouette, hingga landscape. Foto-foto itu ditampilkan dalam dua bilik yang terpisah. Peserta yang datang, bebas berfoto bersama foto-foto yang dirasa berkesan bagi mereka.

media-pijar
Pengunjung pameran Fotografi USU angkatan IX sedang memotret foto-foto yang dipajang di lokasi pameran wisma USU (14/9).

“Kenapa kita mengambil tema Rasa? Rasa adalah sesuatu yang luas. Rasa adalah sesuatu yang tidak mudah untuk diungkapkan dengan kata-kata tetapi mudah untuk diresapi langsung dari dalam hati. Jadi, kami dari angkatan sembilan berharap buat teman-teman bisa merasakan semua foto yang ada disini,” ujar mahasiswa Elyester Raymond Geya, mahasiswa Fasilkom TI, selaku Ketua Panitia Pameran Fotografi USU Angkatan IX.

Selain pameran fotografi, acara ini juga diisi dengan serangkaian kegiatan hiburan seperti penampilan tari tradisional, stand up comedy, band acoustic, dan atraksi sulap.

“Acaranya keren, berkembang dari pameran yang kemarin. Cuman fotonya kurang banyak, sama terlalu jam 12 teng gitu, jadi panas. Maunya tunggu matahari rendah-rendah dikit,” kritik Sabrina, mahasiswa Fasilkom-TI, yang menjadi salah satu pengunjung pameran. Sabrina juga menyarankan agar jam pameran kedepannya diganti menjadi jam 2 siang dan juga foto-foto yang pamerkan ditambah lebih banyak lagi.

Diantara sekian banyak foto yang dipajang, Sabrina menyukai foto berjudul “Life Stairs” karya Rifqi Syahputra (Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, Fakultas IlmuBudaya).

“Komposisinya pas, ekspresi si objeknya pas,” komentar Sabrina sambil menunjuk kearah foto tersebut.

Leave a comment