Hits: 17

Laura Arya Wienanta

Pijar, Medan. Mowgli, anak laki-laki yang ditemukan oleh Bagheera, seekor panther hitam kemudian dibawa dan dibesarkan oleh serigala India Raksha. Bagheera melatih Mowgli untuk mempelajari sumpah serigala, cara bertingkah seperti serigala, dan melarangnya menggunakan akal dan trik manusia.

Suatu hari pada musim kemarau, semua penghuni hutan berkumpul dengan damai meminum air yang tersisa dan mematuhi “Hukum Hutan”. Kedamaian itu akhirnya terganggu karena harimau bengal Shere Khan mendeteksi aroma Mowgli dan mengancam hidupnya. Mempunyai latar belakang hubungan yang buruk dengan manusia menjadikannya memiliki dendam yang harus dibalas. Dia mengancam bahwa ketika musim kemarau berakhir, ia akan datang dan mengambil Mowgli dari para serigala.

Timbul argumen antara para serigala untuk mempertahankan atau menyerahkan Mowgli. Namun sebelum konsensus umum tercapai, Mowgli maju dan memutuskan untuk meninggalkan hutan demi keselamatan para serigala. Bagheera yang tidak ingin tinggal diam pun menemani Mowgli melakukan perjalanan dan meninggalkan hutan untuk mencari jati dirinya sendiri.

Berbagai peristiwa dialami oleh Mowgli dan Bagheera. Menghindari setiap ancaman, bertemu dengan teman-teman baru,dan pertaruhan nyawa dalam melawan serangan harimau mewarnai petualangan Mowgli dan teman temannya.

Setelah liris tahun 1967 lalu, bersama sang sutradara John Favreau,  Walt Disney kembali me –remake film animasi klasik “The Jungle Book” dalam bentuk live action. Film ini akhirnya diliris pada tanggal 15 April 2016 dengan judul yang sama.

Seperti halnya Cinderella, Disney mengajak kita bernostalgia tanpa melakukan banyak modifikasi dan tambal sulam alur cerita. Film ini memberikan gambaran visual yang jujur sebagaimana tertuang dalam kisah aslinya pada buku cerita anak “The Jungle Book” karya Rudyard Kipling.

Walaupun rendahnya modifikasi alur cerita yang ditawarkan, daya magis Disney sukses membuai penonton dengan visualisasi alam yang disajikan lewat kecanggihan teknologi animasi komputer. The Junggle Book menyajikan gambar yang begitu hidup hingga seringkali kita “lupa” bahwa apa yang kita tonton merupakan hasil animasi komputer.

Selain indah secara visual, film berdurasi 115 menit ini berhasil menyampaikan emosi dari kisah petualangan yang penuh dengan pesan moral bagi para penontonnya. Melalui berbagai elemen menarik dan script yang apik, The Jungle Book mengajak kita berpetualang bersama Mowgli dan teman teman dalam mencari jati dirinya. Sarat humor yang menggelitik dan lagu pengiring yang beberapa kali diselipkan menambah daya tarik animasi live action ini, dan menjadikannya tontonan yang sangat menarik bersama keluarga.

Leave a comment