Pentingnya Memiliki Ketangguhan Mental

Sumber Foto: Instagram @hans.sivano

Hannysa / Shalli Anggia

Pijar, Medan. Mental toughness atau mental yang tangguh sangat penting untuk diri kita. Orang yang bermental tangguh adalah orang yang pintar dan mampu beradaptasi dengan keadaan juga lingkungan sekitarnya dan ini sangat penting untuk diketahui semua orang terlebih remaja. Untuk itu, English First (EF) Surabaya mengadakan webinar bertajuk “Mental Toughness For Teen: Kupas Tuntas Rahasia Meningkatkan Performa Akademik dan Life Skills” pada Sabtu (06/02) pukul 10.00 WIB. Webinar ini berlangsung selama kurang lebih satu jam dan diikuti oleh 70 orang lebih peserta via aplikasi Zoom.

Webinar ini menghadiri satu narasumber, yaitu Hans Sivano, selaku coach dan juga Co-Founder and Managing Partner of Sportpsych Consulting Indonesia. Sportpsych Consulting sebelumnya berdiri di Singapore yang diprakarsai oleh Edgar K. Tham. Sportpsych Consulting untuk sekarang dapat ditemukan di Singapore, Indonesia, dan Filipina.

Hans Sivano selaku pemateri menyampaikan materi yang sangat bermanfaat, salah satunya hubungan antara ketangguhan mental, stress yang dirasakan, dan juga prestasi akademik. Menurutnya, dunia sekarang ini adalah dunia yang serba cepat, menuntut, dan memiliki tingkat stress yang tinggi. Semua lapisan masyarakat diharapkan dapat mengelola stress sekaligus bekerja pada tingkat tertinggi, yang mana hal ini tentu sulit untuk dilakukan jika tidak memiliki mental yang tangguh.

Webinar Mental Toughness For Teen: Kupas Tuntas Rahasia Meningkatkan Performa Akademik dan Life Skills (06/02) via Zoom.
(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

Hasil penelitian mental toughness di Asia menunjukkan jika ketangguhan mentalnya tinggi, stress akan rendah. Dan juga jika ketangguhan mental rendah, akademis juga rendah. Hans menjabarkan bagaimana cara memiliki sekaligus mengembangkan ketangguhan mental. Terdapat tiga cara, yaitu goal setting, imagery, dan self-talk. Goal setting adalah meningkatkan komitmen pada tujuan melalui rencana aksi yang dibuat untuk mencapai tiga jenis tujuan, outcome, performance, dan process goals. Lalu imagery yaitu menggunakan visualisasi dan kemampuan latihan mental untuk membayangkan kesuksesan, dan yang terakhir, self-talk yaitu berpikir dan berbicara dengan diri sendiri secara positif dan optimis dalam situasi penuh tekanan dan stress.

“Yang paling penting ketika sudah memiliki goal setting itu tidak hanya sekedar ditulis saja tetapi dipantau juga prosesnya. Dari situ muncul hal lain yang dapat dilakukan yaitu mensupport diri sendiri jika gagal dipertengahan agar goals yang diawal menjadi tujuan yang tetap,” ujar Hans.

Ia juga menambahkan lima hal lain untuk mengembangkan ketangguhan mental, yaitu composure (tetap tenang dan mengontrol emosi), concentration (fokus kepada hal utama yang penting), confidence (percaya diri sendiri dalam menghadapi segala situasi), cope-ability (menangani masalah), dan cohesion (pola pikir sebagai tim). Kelima hal ini tentunya saling berkaitan dan tidak dapat berdiri sendiri untuk mencapai kesuksesan mental yang tangguh.

Hans mengatakan bahwa banyak orang yang sudah menyiapkan rencana dengan matang, tujuan yang pasti serta tindakan dengan tekad kuat untuk dilakukan, namun masih saja mengalami kegagalan. Kegagalan ini disebabkan oleh lingkungan yang tidak mendukung. “Environment trumps willpower”.

Sebagai penutup materi, Hans menyampaikan bahwa kita yang harus menciptakan kebiasaan kita, lalu kebiasaan kita akan membentuk diri kita. Maksudnya adalah kita harus memiliki kebiasaan yang positif dengan memiliki mental yang tangguh dan nantinya kebiasaan positif ini akan menjadi kunci sukses untuk diri kita sendiri di masa depan.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *