Hits: 9

AlfiRahmat Faisal

Pijar, Medan. Gol-gol indah, drama menegangkan, gemuruh penonton, ekspresi kemenangan, ekspresi kekalahan, hasil mengejutkan, penjahat lama, dan penjahat baru; semua bermuara dalam satu event akbar bernama Piala Dunia 2014 dan Brasil sebagai tuan rumah.

Sebelum kemenangan Jerman menutup tirai semaraknya Piala Dunia 2014, banyak yang sudah memutuskan Piala Dunia kali ini layak dinobatkan sebagai yang terbaiksejakdiadakanselama 84 tahun. Terlepas dari berbagai kendala yang dihadapi sebelum pagelaran akbar ini dimulai, Brasil berhasil membuktikan diri sebagai tuan rumah yang baik. Terlepas juga dari anggapan bahwa Piala Dunia ini merupakan yang terbaik atau bukan, Piala Dunia kali ini tak dapat dipungkiri telah memberikan banyak suguhan hiburan bagi para penikmat sepakbola. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya rataan gol per pertandingan dari gelaran Piala Dunia edisi sebelum-sebelumnya.

2014-07-12T144728Z_91847832_GM1EA7C1LLZ01_RTRMADP_3_SOCCER-WORLD

Hujan gol sudah dimulai dari gameweek pertama, dimana Spanyol dibantai Belanda dengan skor mencolok 5-1. Kemenangan Spanyolsaat itu diwarnai gol indah Robin van Persie dengan diving header  yang mempesona. Rentetan gol-gol indah lainnya pun bersusulan dari setiap tim yang bertanding. Sebut saja solo run Lionel Messi yang diakhiri dengan gol ke gawang Bosnia, tendangan keras Tim Cahill yang membentur mistar sebelum berakhir dengan sebuah gol, tendangan James Rodriguez yang memupuskan Uruguay, tendangan keras dari luar kotak penalti David Luiz dan gol indah Mario Gotze di menit akhir yang menghancurkan mimpi Lionel Messi cs menyabet gelar Juara Dunia 2014.

Tak hanya aksi gol saja yang menjadi daya tarik pada Piala Dunia kali ini. Ada juga aksi para penjaga gawang pun tak kalah hebatnya dalam menunjukan kelihaiannya di bawah mistar. Di mulai dari aksi heroik kiper Meksiko, Guillermo Ochoa, yang mengingatkan kita pada penyelamatan gemilang yang dilakukan Gordon Banks kala menggagalkan tendangan Pele pada 1970, hingga jatuh bangunnya Tim Howard dalam menjaga gawang Amerika Serikat dari bombardir serangan  tim setan merah Belgia. Terhitung tak kurang dari 16 peyelamatan gemilang Tim Howard, walaupun akhirnya Amerika Serikat harus mengakui keunggulan Belgia. Tak hanya Howard dan Ochoa saja yang unjuk kebolehan, masih ada nama-nama lain seperti Keylor Navas (Kostarika), Vincent Enyeama (Nigeria), Manuel Neuer (Jerman), dan Claudio Bravo (Cili) yang juga tak mau kalah mencuri perhatian.

2014-06-30T181144Z_1252428918_TB3EA6O1G0C7U_RTRMADP_3_SOCCER-WORLD-SUAREZ

Semua aksi individu itu akhirnya bermuara pada hasil yang mengejutkan dari tiap pertandingan. Spanyol, mantan juara Piala Dunia harus tersingkir lebih awal dari gelaran setelah takluk dari Belanda dan Chile yang memuncaki Grup B. Tak lama berselang, Inggris dan Italia pun harus angkat koper lebih awal dan merelakan dua posisi puncak pada Uruguay dan Costa Rica. Grup ini sempat dijuluki grup neraka, tapi tak berlaku bagi Costa Rica yang memberikan kejutan. Tereliminasinya Italia dari Piala Dunia memberikan cerita tersendiri. Pada pertandingan hidup mati antara Italia melawan Uruguay di fase grup, Giorgio Chielini mendapat gigitan dari Luis Suarez. Ini merupakan kali ketiga Suarez menggigit pemain lawan.

Selain itu, laga Brasil kontra Kolombia pun melahirkan momen tersendiri. Pada laga itu, Thiago Silva menerima kartu kuning kedua yang membuatnya harus absen pada laga berikutnya. Sedangkan Neymar mengalami retak tulang yang membuatnya tidak bisa melanjutkan laga hingga Piala Dunia usai. Kehilangan dua pilar pentingnya, menjadi mimpi buruk bagi Brazil di laga semi-final menghadapi Jerman. Stadion Bale Horizonte menjadi saksi kekejaman ‘penjahat lama’ Jerman yang meluluhlantakkan Brazil dengan skor telak, tak tanggung-tanggung, Jerman menghantam Brazil 7-1.Dimana 29 menit pertama Brazil sudah kebobolan 5 gol. Publik Brasil terdiam.

Di laga Final Jerman-Argentina, gol tunggal Mario Gotzepada menit akhir menghancurkan Argentina seketika di stadion Maracana. Ya, setelah berhasil mengandaskan perlawanan Argentina di Estadio Maracana (14/7), Die Nationalmannschaft, akhirnya berhasil menambah satu bintang di dada. Sejajar dengan raihan Italia: empat kali juara Piala Dunia. Trofi Piala Dunia pertama mereka pasca reunifikasi Jerman Barat. Perhelatan akbar tersebut ditutup dengan penobatan Lionel Messi sebagai pemain terbaik (Golden Ball), Manuel Neuer sebagai kiper terbaik (Golden Glove), James Rodriguez sebagai top skorer (Golden Boot) dan tentu saja penyerahan trofi Piala Dunia kepada sang juara, Jerman.

Pada akhirnya Piala Dunia telah usai. Momen-momenya tentu selalu kita rindukan di gelaran Piala Dunia yang akan datang. Semoga aksi-aksi mereka dapat kita saksikan di Piala Dunia yang akan diselenggarakan 2018 mendatang di Rusia.

Leave a comment