Khairullah Bin Mustafa Usman

Pijar, Medan. Mantan Duta Besar Republik Indonesia  untuk Amerika, DR. Dino Patti Djalal, menyambangi Gedung Biro Rektor Universitas Sumatera Utara pada hari Kamis (23/01). Dino hadir selaku sebagai pembicara dalam kuliah umum yang bertempat di IMT- GT Lt.2. Kuliah umum dibuka setelah Rektor Universitas Sumatera Utara, DR. dr. Syahril Pasaribu memberikan kata- kata sambutannya. Beliau berpesan kepada Mahasiswa/i yang hadir agar dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini serta meningkatkan soft skill yang dimiliki.

Dalam materinya, Dino mengatakan bahwa Indonesia sempat menjadi negara tersakit di Asia dengan segala masalah yang ada di dalamnya. Beliau sempat pesimis Indonesia akan cerah. Namun hal itu makin tergerus, bagaimana pun Indonesia sudah dipandang sebagai teladan demokrasi, seperti Negara Mesir dan Libya sudah memandang kita. Beliau juga menambahkan bahwa kita harus turut bangga bahwa Indonesia masuk G-20, sebagai penentu keputusan ekonomi dunia. “ jadi kita sudah di dalam, bukan lagi menonton,” ujarnya.

Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika, DR. Dino Patti Djalal, menyambangi Gedung Biro Rektor Universitas Sumatera Utara pada hari Kamis (23/01). | Foto : Khairullah

“Indonesia pernah memberikan bantuan kepada negara adidaya Amerika, lewat satu daerah bernama American Samoa, daerah miskin yang kurang diperhatikan pusat,” himbaunya. ” Hanya saja masalah Indonesia saat ini, bisakah naik ke posisi yang lebih hebat?,” ujarnya. Dalam pemaparannya, Dino berharap strategi pembangunan kita dapat dirubah, seperti entrepreneur yang harus lebih ditingkatkan. Selanjutnya beliau juga berpesan  agar nasionalisme tidak hanya cukup dalam tanda titik saja, perlu ada upaya untuk mengubah pola mindset yang ada guna mencontoh beberapa negara, seperti India dan China.

Pada kuliah umum ini, Dino juga sempat memberikan bukunya yang berjudul ‘Nasionalisme Unggul : Bukan Hanya Slogan’ kepada seluruh peserta yang berhadir sebagai buah tangan. Juru bicara Presiden periode 2009-2010 ini juga ikut memaparkan video yang digarapnya, sebelum masuk ke dalam materi yang dibawa. Dalam video itu tampak aktor kawakan, Nicholas Saputra dan Ahok selaku WaGub DKI Jakarta, yang ditanya mengenai apa itu ‘Nasionalisme Unggul?’

Di akhir kuliah umum, mantan Dubes ini juga menyarankan agar kita tidak takut dengan globalisasi. “Kita punya apa yang tidak mereka miliki. Tinggal what is your slogan?,” tutupnya

Leave a comment