Barangkali puisi yang pernah ditulis oleh Sapardi Djoko Damono bertajuk Hujan Bulan Juni, bukan Januari. Merupakan puisi romantis yang melankolis, rindu yang sengaja disembunyikan, dan luka yang hadir dengan emosional.
Kata orang, hari Minggu adalah hari yang tepat untuk mendinginkan kepala dan otak yang sudah bekerja keras enam hari lamanya. Namun, tak pernah lagi ku rasakan satu kali pun arti yang dimiliki oleh hari tersebut.
“Mungkin memang dunia ini nggak adil, Mbak. Saat kita sedang terluka, orang-orang masih tetap nongkrong, ketawa-ketiwi. Dunia akan tetap berlanjut meski dunia kita sedang runtuh. Itulah, kenapa. Mungkin saya cuma bisa kasih minuman. Tetapi percayalah, Mbak. Ada satu-dua orang yang mencoba hadir di sisi Mbak untuk saat ini.” Siapakah gerangan tersebut?
Pelarianmu kala hujan sungguh membuatku merasa kehilangan.
