Ini adalah hari yang tepat untuk kita berhenti sejenak. Sebentar saja. Kembali mengenang masa-masa ketika segalanya tampak lebih sederhana dibandingkan hari ini. Saat kita belum benar-benar berjuang untuk diri sendiri, saat kita merasa belum menanggung segala beban yang kita pikul hari ini.
Kim Hyunbin dan Son Hye tentu sudah tidak asing namanya bagi pecinta drama Korea. Mereka populer pada tahun 2019 dalam Crash Landing On You (CLOY) sebagai pasangan pemeran utama. Namun, ternyata sebelum drama itu, kedua bintang ini pernah dipertemukan dalam sebuah film dengan genre yang bertolak belakang, yaitu film The Negotiation.
Salah satu label musik ternama Amerika, 88rising, sukses menggelar konser musik secara online pada 6 Mei 2020 waktu setempat atau pada 7 Mei 2020 waktu Indonesia. Bertajuk “Asian Empowerment”, pada dasarnya, konser tahun ini memiliki konsep yang sama dengan konser-konser 3 tahun belakangan, yaitu Heads in The Clouds. 88rising mendiskripsikan acara ini sebagai festival musik online untuk merayakan asia talent yang paling dinanti-nanti dunia.
Ada beberapa cara membuat seorang lelaki jatuh cinta dengan wanita. Salah satunya adalah belajar menyukai apa yang dia suka. Walau kita merasa tidak terbiasa, namun mau tidak mau harus dilakukan demi si do’i. Benarkan begitu sobat Pijar ?
Drakor alias Drama Korea saat ini sudah menjadi sangat populer di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Kehadiran drama Korea dapat menjadi alternatif di kala sedang mencari hiburan. Drama Korea sendiri rata-rata memiliki 16-20 episode dengan durasi 45-120 menit per episode. Sehingga membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk menuntaskan keseluruhan drama.
Hidup tidaklah kekal. Suatu saat semua orang akan mencapai ajalnya. Ajal datang di waktu yang tepat dan kurang tepat. Ada saja orang yang harus ditinggalkan pergi. Namun ada saja cara agar bisa menemani yang terkasih. Walau fisik tidak bersama, hati dan jiwa tetap bersatu seperti cinta dalam keluarga.
Sempat vakum beberapa saat dari dunia hiburan, kini Vidi Aldiano kembali produktif dan menghasilkan suatu karya yang indah. Ya, ia sempat mengidap kanker ginjal stadium tiga. Namun, hal tersebut tidak membuatnya menyerah dengan karir yang sudah ia rintis selama ini.
“Jika kita tak pernah jadi apa-apa akan menemanimu selama perjalanan. Buku ini untukmu yang khawatir tentang masa depan. Tenang saja, kau tidak sedang diburu waktu. Bacalah tiap lembarnya dengan penuh kesadaran bahwa hidup adalah tentang sebaik-baiknya berusaha, jatuh lalu bangun lagi, dan tidak berhenti percaya bahwa segala perjuanganmu tidak akan sia-sia. Bukankah sebaiknya apa-apa yang fana tidak selayaknya membuatmu kecewa?”
Setiap orang tentu memiliki impian dan cita-cita yang harus dikejar dengan jatuh bangun. Tapi saat berbicara tentang cita-cita yang dimiliki oleh penyandang sindrom down (down syndrome), ini menjadi hal yang menarik. Demikianlah Tyler Nilson dan Michael Schwartz mengemas The Peanut Butter Falcon, sebuah film dengan drama komedi.
Diawali dengan usaha Zak, diperankan oleh Zack Gottsagen yang kemudian melarikan diri, penonton diajak untuk langsung mengenal tokoh utama dari The Peanut Butter Falcon. Pria berumur 22 tahun ini sudah tinggal sekitar dua tahun di panti jompo dalam asuhan Eleanor (Dakota Jhonson).
“Lathi”, mengisahkan tentang hubungan toxic, cinta yang penuh dengan kebohongan dan ego, hingga berujung menyakitkan. Dapat kita lihat pada video klipnya sendiri, terdapat dua pasangan yang awalnya terlihat biasa saja, namun selanjutnya menampilkan kesakitan wanita yang ditunjukkan dengan wujud menyeramkan berlumuran darah, serta rantai yang terlilit pada tubuhnya.
