Apabila ada waktu luang yang lebih panjang dari malam-malam pikiran, aku ingin menghabiskan soreku sekali saja di atas pasir atau batu karang. Mendengar laut yang bernyanyi dengan debur ombaknya. Menatap langit jingga keemasan tanpa tangisan. Melihat matahari yang terbenam tanpa memberi salam perpisahan.
Hits: 29Hidayat Sikumbang Setiap orang Minang dalam darahnya akan terpancar jiwa seni. Dalam ucapannya akan keluar sajak-sajak yang membuat siapa…
Melihatmu adalah hal paling pecundang dalam hidupku
Di depanmu prosaku hanyalah malu
Di depanmu aku mati terpaku, “kaku”
Hits: 28Star Munthe Pernah pada suatu pagi yang biru aku terbangun. Kemudian melintaslah sebaris pertanyaan yang kiranya cukup tajam, “Apakah…
Hits: 179Gabriella Prily Elvani Pagi itu cerah, namun tak secerah perasaanku. Sapaan pagi yang biasanya mengganggu notification ponselku kini tak…
Hits: 21Rifa Alya Tanahku basah, Oleh dia yang datang bergemuruh Akan pawana kering penghujung tahun Aku membeku dalam…
Hits: 18Putri Arum Marzura Saat itu Aku merasakan kehilangan yang hebat Saat itu Aku merasakan pilu yang hebat Saat…
Hits: 55Nurkhaliza Hujan turun dengan derasnya di sore itu. Langit seolah menangis, menumpahkan segala kesedihan yang telah lama dipendamnya. Kesedihan…
Dariku pria yang pernah kau tinggalkan
tanpa alas an
Rindu ini seperti
Belati yang menusuk hati
Mencari titik terang di dalam kegelapanku saat ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Lalu seketika terlintas di benakku, apakah aku harus melepaskan semua kebahagiaan dan kenyamanan yang pernah ku dapat dan kurasakan? Pertanyaan dalam diriku yang terus menerus menjadi bebanku. Tidak kutemukan jawaban dalam diriku dengan keadaanku.
