Hits: 7

Nadya Divariz Bhayitta Syam / Novita Arum

Pijar, Medan. Minggu (17/12) dalam rangka memperingati Hari Nusantara pada tanggal 13 Desember lalu Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan acara Batman Returns. Acara tersebut terlaksana di Taman Tengah Fakultas Psikologi USU.

Kegiatan yang menjadikan batik sebagai ikon utama tersebut membuat peserta merasakan suasana membatik di luar ruangan, meniup malam dan juga menikmati angin sepoi-sepoi ditemani dengan alunan musik tradisional. Hal itupun memberikan rasa tenang bagi para peserta.

Tidak hanya mempelajari cara membatik, Batman Returns juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para pesertanya untuk mengikuti setiap proses dan membawa pulang hasil karya mereka. Panitia pun telah menyiapkan beberapa hadiah menarik bagi peserta dengan hasil batik terbaik.

Para peserta pada saat mencanting batik di Taman Tengah Fakultas Psikologi USU (17/12). (Fotografer: Novita Arum)
Para peserta pada saat mencanting batik di Taman Tengah Fakultas Psikologi USU (17/12).
(Fotografer: Novita Arum)

Selain memperkenalkan batik, peserta juga diajak untuk mengenal budaya tradisional yang lain melalui kain tradisional yang dijadikan hiasan, alat musik, beberapa permainan tradisional hingga makanan dan minuman yang disajikan oleh panitia kepada peserta.

 “Tahun lalu itu acara ini diselenggarain pas Hari Batik tapi karena Hari Batik udah lewat jadi kami selenggarain di Hari Nusantara ini. Maka dari itu seperti yang bisa dilihat, kami juga nambahin beberapa unsur tradisional lainnya. Tapi tetap saja fokus utama kami adalah batik,” ujar Muhammad Fachrurozi yang menjabat sebagai ketua panitia Batman Returns.

Tidak kalah peminatnya dari tahun lalu, peserta yang mengikuti acara tersebut pun tetap terlihat antusias. Hal tersebut dibuktikan dengan lebihnya sasaran peserta yang mengikuti acara. Masih dengan tema batik dan tempat penyelenggaraan yang sama, hanya saja di tahun ini diberi sedikit perubahan suasana dalam acara.

“Untuk acara ini worth it. Aku harap sih acara ini berlanjut terus karena akhirnya aku sadar kalau batik tulis itu seribet ini prosesnya. Nggak nyesal sih ikut acara ini. Semoga acaranya tetap berlanjut sampai tahun-tahun berikutnya,”ujar Abdel Renzy, salah satu peserta yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Rumitnya proses pembuatan batik menyadarkan banyak peserta akan kewajaran mahalnya harga batik tulis. Bukan hal yang mengejutkan jika tahun depan acara ini terus dilanjutkan dan menjadi acara tahunan Departemen Pengabdian Masyarakat Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Psikologi.

 

Leave a comment