Hits: 3

Najla Khairani

Medan, Pijar. Memasuki lima bulan masa jabatan sebagai Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) sejak dilantik pada 4 Mei 2026, sejumlah perubahan fisik dan fasilitas kampus mulai dirasakan oleh mahasiswa. Pembenahan yang berfokus pada infrastruktur akademik ini digawangi oleh Emilia Ramadhani selaku Wakil Dekan II FISIP USU, guna meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar di lingkungan kampus.

Sejak awal menjabat, Wakil Dekan II langsung melakukan inventarisasi terhadap seluruh sarana dan prasarana kelas. Pembenahan rutin pun dieksekusi, mulai dari pengecatan ulang dinding dan tangga gedung, perbaikan lampu, hingga penambahan unit pendingin ruangan (AC) di kelas-kelas yang bersuhu panas, seperti di gedung E. Tidak hanya pemeliharaan fisik dasar, dekanat juga melakukan modernisasi ruang kelas dengan memfasilitasi pengadaan televisi pintar (smart TV) untuk menunjang metode pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS).

fasilitas kelas
Fasilitas smart TV di setiap kelas
Fotografer: Azka Luthfiah Khalda

 

Emilia Ramadhani, selaku Wakil Dekan II FISIP USU, menjelaskan bahwa kenyamanan mahasiswa di dalam kelas menjadi prioritas utamanya dalam merancang perbaikan fasilitas kampus.

“Bagi saya, kalau kita mau memberikan yang terbaik untuk mahasiswa, minimal mereka nyaman dulu di kelas. Jadi, kalau di kelas dosennya enak, ruangannya juga enak, mahasiswa bisa betah dan keluar ide-ide kreatifnya,” ujar Emilia.

Meskipun pembenahan sarana kelas terus berjalan, pihak dekanat melihat adanya sejumlah kendala operasional di lapangan. Salah satu tantangan utama yang kerap dikeluhkan mahasiswa maupun dosen adalah kestabilan jaringan internet (eduroam) yang sering lambat saat jam perkuliahan padat. Selain itu, kesadaran bersama dalam merawat fasilitas kampus juga menjadi catatan penting, termasuk pemeliharaan remote smart TV dan kebersihan dinding kelas.

Wakil Dekan II FISIP USU kini tengah menyiapkan infrastruktur penunjang untuk mendukung program strategis Rektorat USU, yaitu Join Degree atau Double Degree bagi mahasiswa Strata 1 (S-1). Program internasional ini membutuhkan kesiapan sarana yang mumpuni, seperti ruang kelas teleconference kedap suara berteknologi tinggi, jaringan internet berkecepatan tinggi, hingga fasilitas penunjang penguasaan bahasa Inggris bagi mahasiswa sebelum mengikuti perkuliahan lintas negara.

Emilia menegaskan bahwa penyediaan sarana prasarana yang canggih sangat krusial agar pelaksanaan program kerja sama internasional tersebut dapat berjalan efektif tanpa hambatan teknis.

“Untuk mendukung program join degree ini, kita harus siapkan sarananya. Kita butuh fasilitas teleconference yang interaktif di ruang kelas, jaringan internet yang kuat, serta persiapan laboratorium bahasa agar mahasiswa dan dosen siap berinteraksi secara internasional,” tambahnya.

Dekanat FISIP USU berharap dapat menciptakan lingkungan akademik yang lebih berdaya saing global bagi seluruh civitas akademika dengan adanya perbaikan fasilitas yang memadai dan persiapan program internasional ini.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment