Hits: 1

Grace Estephania

Pijar, Medan. Informasi lowongan kerja bagi alumni Universitas Sumatera Utara (USU), kini dipusatkan melalui akun Instagram Direktorat Kemahasiswaan dan Kealumnian (Ditmawalumni) USU. Perubahan tersebut merupakan bagian dari penataan pengelolaan Career Development Center (CDC) setelah adanya perubahan struktur kelembagaan di lingkungan USU.

Direktur Ditmawalumni USU, Agus Purwoko, menjelaskan bahwa pengelolaan berbagai hal yang berkaitan dengan pengembangan karier kini berada di bawah Ditmawalumni. Sebelumnya, Pusat Jasa Ketenagakerjaan (PJK) USU berada di bawah Badan Pengembangan Riset Inovasi (BPRI) USU, menggunakan akun Instagram @pjkusu sebagai salah satu media penyebaran informasi.

“Dulu, PJK USU itu di bawah BPRI USU. Sejak perubahan pimpinan USU, semua hal yang berkaitan tentang karier sudah dialihkan ke Ditmawa USU,” ujar Agus.

Sejak Maret 2026, publikasi informasi karier dialihkan ke akun Instagram @ditmawalumni.usu. Akun tersebut tidak hanya memuat informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga berbagai informasi yang berkaitan dengan pengembangan mahasiswa dan alumni, seperti beasiswa, lomba, serta hibah riset.

tampilan instagram ditmawalumni
Kanal resmi Instagram Ditmawalumni USU
(Sumber Foto: Instagram @ditmawalumni.usu)

 

Perpindahan media publikasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan jangkauan akun @ditmawalumni.usu yang memiliki jumlah pengikut lebih besar dibandingkan akun PJK sebelumnya. Jangkauan tersebut dinilai dapat membantu penyebaran informasi kepada mahasiswa maupun alumni secara lebih luas.

Dampak dari jangkauan tersebut juga terlihat pada jumlah peserta dalam kegiatan hiring yang dipublikasikan melalui kanal Ditmawalumni. Menurut Agus, kegiatan rekrutmen yang diselenggarakan bersama perusahaan tertentu, dapat menarik hingga ribuan pendaftar, tergantung pada kapasitas perusahaan. Sementara itu, perusahaan dengan kebutuhan rekrutmen yang lebih spesifik dapat memperoleh pendaftar dalam jumlah ratusan.

Meski demikian, penyebaran informasi melalui Instagram belum sepenuhnya menjangkau seluruh alumni. Agus mengakui masih terdapat alumni, khususnya dari angkatan yang lebih lama, belum memperoleh informasi terbaru mengenai lowongan kerja.

Untuk mengurangi kemungkinan alumni tertinggal informasi, Ditmawalumni juga mempertimbangkan pengembangan kanal komunikasi melalui WhatsApp. Grup tersebut nantinya dapat menjadi alternatif penyebaran informasi bagi anggota grup WhatsApp PJK sebelumnya.

“Itu juga masukan bagi kami. Mungkin dapat dipertimbangkan dalam pembuatan grup WhatsApp, agar tidak ada lagi yang tertinggal informasi,” tutur Agus.

Selain melalui publikasi di media sosial, Ditmawalumni berupaya meningkatkan relevansi akun Instagram dengan memperkenalkan akun tersebut kepada mahasiswa sejak kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Langkah ini diharapkan dapat memperluas jumlah pengikut sekaligus meningkatkan eksposur informasi yang dipublikasikan.

Dengan demikian, pemusatan informasi karier pada akun Ditmawalumni menjadi bagian dari upaya USU untuk menyesuaikan pengelolaan informasi. Walaupun dengan adanya perubahan kelembagaan, diharapkan informasi pengembangan karier dapat lebih mudah diakses oleh mahasiswa dan alumni.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment