Hits: 16
Grace Noverlin Gulo
Pijar, Medan. Bus Rapid Transit atau sering disebut BRT Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) merupakan salah satu Proyek Strategis Daerah (PSD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota. Proyek ini menghadirkan transportasi massal yang dinilai dapat memberikan pilihan perjalanan yang murah, nyaman, dan aman sekaligus membantu masyarakat menghemat waktu serta biaya transportasi.
Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, mengatakan bahwa BRT Mebidang merupakan transportasi publik yang menghubungkan tiga wilayah, yakni Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Menurutnya, keberadaan BRT dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antar daerah, terutama pekerja, pelajar, dan mahasiswa.
Ia juga menjelaskan, salah satu manfaat utama BRT terletak pada jalur khusus yang disiapkan bagi bus.
“[Manfaat] yang kedua adalah waktu. Karena [BRT Mebidang] inikan jalurnya sendiri, jadi tidak ikut kemacetan,” ujarnya.

(Fotografer: Grace Noverlin Gulo)
Selain menghemat waktu, BRT juga diharapkan mampu mengurangi biaya transportasi masyarakat. Penggunaan transportasi umum dinilai lebih ekonomis, dibandingkan kendaraan pribadi yang membutuhkan biaya bahan bakar dan parkir. Manfaat tersebut juga dirasakan oleh Suzy, salah satu pengguna jalan. Ia menilai keberadaan BRT memberikan pilihan transportasi yang terjangkau, terutama bagi pekerja dan mahasiswa.
“Memberikan layanan transportasi yang cukup murah bagi setiap masyarakat, khususnya kami sebagai pekerja dan mahasiswa,” kata Suzy.
Selain biaya, Suzy menilai aspek keamanan dan kenyamanan juga menjadi keunggulan transportasi tersebut. Ia berharap layanan BRT dapat terus dikembangkan agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia juga menilai bahwa jam layanan yang lebih panjang akan membantu pekerja yang baru menyelesaikan aktivitasnya pada malam hari.
“[Jadwal layanan BRT] bisa dinaikkan ke jam 9 atau setengah 10 malam, karena mengingat banyak karyawan atau pekerja yang pulang di atas jam 7,” ujarnya.
Ia juga berharap jangkauan layanan BRT diperluas, sehingga semakin banyak masyarakat dapat mengakses transportasi umum dengan biaya yang terjangkau.
Selain memberikan manfaat dari sisi mobilitas, pemerintah juga berharap penggunaan BRT dapat membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan polusi udara. Menurut Zakiyuddin, semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan dalam hal efisiensi perjalanan dan lingkungan.
“Ini mengurangi juga polusi udara. Kemacetan juga akan terurai kalau nanti semua mau menggunakan bus ini,” ucap Zakiyuddin.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

