Hits: 2

Grace Noverlin Gulo

Pijar, Medan. Bus Rapid Transit atau sering disebut BRT Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) merupakan salah satu Proyek Strategis Daerah (PSD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota. Proyek ini menghadirkan transportasi massal yang dinilai dapat memberikan pilihan perjalanan yang murah, nyaman, dan aman sekaligus membantu masyarakat menghemat waktu serta biaya transportasi.

Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap mengatakan bahwa BRT Mebidang merupakan transportasi publik yang menghubungkan tiga wilayah, yakni Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Menurutnya, keberadaan BRT dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antar daerah, terutama pekerja, pelajar, dan mahasiswa.

Ia juga menjelaskan, salah satu manfaat utama BRT terletak pada jalur khusus yang disiapkan bagi bus. Dengan jalur tersebut, BRT diharapkan dapat bergerak lebih cepat karena tidak sepenuhnya mengikuti kepadatan lalu lintas kendaraan umum, maupun kendaraan pribadi.

“[Manfaat] yang kedua adalah waktu. Karena [BRT Mebidang] inikan jalurnya sendiri, jadi tidak ikut kemacetan,” ujarnya.

Selain menghemat waktu, BRT juga diharapkan mampu mengurangi biaya transportasi masyarakat. Penggunaan transportasi umum dinilai lebih ekonomis, dibandingkan kendaraan pribadi yang membutuhkan biaya bahan bakar dan parkir. Oleh karena itu, pemerintah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan BRT sebagai sarana transportasi dalam aktivitas sehari-hari.

Pembangunan Jalur BRT Mebidang Kota Medan
Pembangunan jalur BRT Mebidang terlihat di salah satu ruas jalan Kota Medan
(Fotografer: Grace Noverlin Gulo)

 

Manfaat tersebut juga dirasakan oleh Suzy, salah satu pengguna jalan. Ia menilai keberadaan BRT memberikan pilihan transportasi yang terjangkau, terutama bagi pekerja dan mahasiswa. Menurutnya, biaya perjalanan yang ramah di kantong menjadi salah satu alasan masyarakat dapat mempertimbangkan transportasi umum.

“Memberikan layanan transportasi yang cukup murah bagi setiap masyarakat, khususnya kami sebagai pekerja dan mahasiswa,” kata Suzy.

Selain biaya, Suzy menilai aspek keamanan dan kenyamanan juga menjadi keunggulan transportasi tersebut. Ia berharap layanan BRT dapat terus dikembangkan agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Secara khusus, Suzy berharap kepada pemerintah untuk memperpanjang waktu operasional BRT.

Ia juga menilai bahwa jam layanan yang lebih panjang akan membantu pekerja yang baru menyelesaikan aktivitasnya pada malam hari. Ia berharap layanan yang sebelumnya beroperasi hingga sekitar pukul 19.00 atau 19.30 WIB, dapat diperpanjang hingga sekitar pukul 21.00 atau 21.30 WIB.

“[Jadwal layanan BRT] bisa dinaikkan ke jam 9 atau setengah 10 malam, karena mengingat banyak karyawan atau pekerja yang pulang di atas jam 7,” ujarnya.

Ia juga berharap jangkauan layanan BRT diperluas, sehingga semakin banyak masyarakat dapat mengakses transportasi umum dengan biaya yang terjangkau.

Selain memberikan manfaat dari sisi mobilitas, pemerintah juga berharap penggunaan BRT dapat membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan polusi udara. Menurut Zakiyuddin Harahap, semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan dalam hal efisiensi perjalanan dan lingkungan.

“Ini mengurangi juga polusi udara. Kemacetan juga akan terurai kalau nanti semua mau menggunakan bus ini,” ucap Zakiyuddin.

Dengan demikian, Pembangunan BRT Mebidang diharapkan tidak hanya menghadirkan moda transportasi baru, tetapi juga memberikan pilihan perjalanan yang lebih efisien bagi masyarakat di Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Dukungan terhadap layanan yang terjangkau, nyaman, aman, serta sesuai dengan kebutuhan waktu masyarakat menjadi bagian penting agar manfaat BRT dapat dirasakan secara maksimal.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment