Hits: 25
Lely Eunike Annetta Siregar
Pijar, Medan. Salma Salsabil kembali merilis karya terbaru yang mengangkat realitas para pejuang kerja. Lagu ini mencerminkan kehidupan para pekerja di perkotaan atau “budak korporat” yang terjebak dalam siklus rutinitas harian yang monoton dan melelahkan.
Berjudul “Hatchu!!”, lagu yang diciptakan oleh Salma Salsabil ini resmi dirilis pada tanggal 7 Mei 2026. Genre utama dari lagu “Hatchu!!” adalah pop elektronik (electronic pop) dengan perpaduan elemen RnB. Aransemen musiknya dikemas dengan ketukan yang rancak (upbeat), modern, dan catchy, sangat cocok dengan karakter vokal Salma Salsabil yang fleksibel.
Ia memilih judul tersebut karena dua alasan utama yang menggabungkan unsur keunikan musik dan simbolisme emosi, yaitu simbol luapan rasa lelah (Hatchu) dan memberikan nuansa ringan dan catchy.
Cerita dimulai dengan pagi hari, saat para pekerja terbangun dari tidurnya untuk memulai rutinitas yang melelahkan dan bersiap untuk menghadapi rintangan apapun yang menghadang di perjalanan.
Terbangun dari tidurku
Siapkan kopi diseduh
Lalu berangkat menerjang panas dan hujan dan debu
Oke, alright, oh damn, Hatchu!
Verse pertama di atas menggambarkan awal mula rutinitas seorang pekerja di pagi hari. Ia harus bersiap menerjang perjalanan yang penuh dengan tantangan cuaca hingga polusi jalanan demi menunjukkan kegigihannya dalam bekerja. Lalu pada bagian Oke, alright, oh damn, Hatchu! menjadi gambaran respons terhadap kepasrahan seorang pekerja dan kondisi fisik yang mulai lelah.
Sampailah di kantor daku
Bekerja seperti babu
Pak bos yapping bababibu
Dalam hati menggerutu
Oke, alright, oh damn, Hatchu!
Hatchu!
Bait tersebut menggambarkan pekerja yang tiba di kantor dan langsung diperlakukan layaknya budak untuk mengerjakan tugas. Ditambah omelan (yapping) atasan yang menciptakan tekanan psikologis dan rasa tidak nyaman secara berulang-ulang. Namun, para pekerja terpaksa menyimpan perasaan tersebut dalam hati.
Lalu jam dinding menyuruh pulang tapi ku tak peduli
Pagi dikejar target, malam ditagih kembali
Jadi mesin, disetel begini
Tarik napas sebentar, besok diulangi lagi
Lirik ini menggambarkan situasi di mana waktu sudah menunjukkan jam pulang, tetapi para pekerja harus tetap bertahan di kantor karena adanya target. Jika target meleset, tugas akan langsung ditagih kembali pada malam hari. Para pekerja merasa hidupnya seperti mekanis, bergerak layaknya mesin yang disetel tanpa henti. Saat tarik napas sebentar siklus yang sama akan terulang lagi keesokan harinya.
Kota tak janji apa-apa (hanya mimpiku yang tinggi)
Kami tetap datang bekerja (pagi hingga pagi lagi)
Tenaga bertukar dengan angka (kadang kurang kadang lebih)
Dan bersyukur seperlunya
Oke, alright, oh damn, Hatchu!
Pada reff ini menekankan realitas pahit bahwa para pekerja merantau ke kota besar tidak menjamin kesuksesan, meskipun pekerja membawa mimpi yang tinggi. Demi tanggung jawab, waktu istirahat dikorbankan melalui pekerjaan “pagi hingga pagi lagi”. Terkadang, tenaga yang ditukar dengan upah bisa lebih, bisa juga kurang dari yang diharapkan. Namun, mereka tetap memilih untuk bersyukur demi menjaga kewarasannya.
Di jalan wajah saling lewat
Membawa beban masing-masing berat
Ada yang senyum karena atasan
Selebihnya diam males menjelaskan
Klakson jadi bahasa harian
Langkah dipercepat, emosi ditahan
Tak semua ingin jadi juara
Sebagian ingin aman sampai rumah
Pada verse kedua, menjelaskan ribuan pekerja yang berpapasan di jalan dengan beban hidup masing-masing dan tanggung jawab yang berbeda. Para pekerja menggunakan fake smile atau senyuman palsu untuk menunjukkan sikap profesional di hadapan atasan, sementara sisanya terdiam karena terlalu lelah untuk mengeluh. Di tengah berisiknya klakson dan emosi yang tertahan, semua dituntut bergerak cepat. Bagi sebagian besar orang, melewati hari dengan waras dan pulang ke rumah dengan aman sudah merupakan sebuah kemenangan besar.
Jika besok roda berhenti (Hatchu!)
Adalah mimpi yang pertama kami cari (Hatchu!)
Kami belajar cukup hari ini
Tak kalah, tak menang, masih berdiri
Lampu kota tetap menyala
Entah siapa yang pulang lebih lega
Kami bukan cerita besar dunia
Tapi bukti bahwa hari ini pernah ada
Bait terakhir ini menegaskan bahwa perjuangan sederhana dalam menjalani hidup sehari-hari tetap penuh makna. Roda berhenti melambangkan jeda rutinitas yang melelahkan, sementara mimpi yang pertama kami cari menunjukkan harapan kecil yang terus diperjuangkan. Kalimat tak kalah, tak menang, masih berdiri mengatakan bahwa hidup bukan soal kemenangan, melainkan tentang bertahan menjalani hari-hari yang melelahkan.
Melalui lagu “Hatchu!!”, Salma Salsabil berhasil menghadirkan potret realitas kehidupan para pekerja keras. Lagu ini bukan sekadar hiburan, melainkan suara bagi mereka yang terus berjuang dalam tekanan hidup, demi mimpi, dan harapan yang masih diperjuangkan.
(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

